Jelang Derby Della Mole, Massimiliano Allegri Sanjung Torino

Allegri menyebut Torino bisa menembus enam besar menyusul performa gemilang mereka di awal musim ini.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Ambisi Juventus untuk mempertahankan rekor 100 persen di Serie A Italia bakal mendapat rintangan yang cukup sulit ketika mereka melakoni Derby della Mole perdana musim ini kontra Torino di Allianz Stadium, Minggu (24/9) dini hari WIB.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri mengakui, Torino berpotensi menjadi lawan yang berat menyusul start impresif mereka di awal musim 2017/18. Seperti diketahui, armada Sinisa Mihajlovic mampu bercokol di urutan kelima klasemen, hanya empat poin di belakang Juve, berkat catatan tiga kemenangan dan dua hasil seri di lima giornata pembuka.

Tak heran, Allegri terkesan dengan performa apik sang rival sekota dan meminta anak asuhnya untuk menganggap derby ini dengan sangat serius. “Derby della Mole selalu menjadi laga yang spesial bagi kota ini. Derby ini dua kali lebih penting daripada laga lain,” ungkap Allegri dalam jumpa pers.

Torino celebrates, Serie A, 20092017Allegri waspadai Belotti dkk.

“Torino saat ini lebih kuat ketimbang musim lalu, namun Juventus punya pertahanan yang bisa meredam mereka. Musim ini, mereka telah mempersolid lini belakang dan tengah. Mereka telah mendatangkan pemain yang cocok dengan karakter tim seperti Tomas Rincon, Cristian Ansaldi, dan M'Baye Niang. Bagi saya, mereka layak finis di urutan keenam,” katanya.

Soal siapa yang akan diturunkannya kontra Torino, Allegri menyebut jika Blaise Matuidi dan Federico Bernardeschi berpotensi turun sebagai pemain mula. Sami Khedira sudah bisa diturunkan setelah pulih dari cedera, namun tidak halnya dengan Benedkit Howedes dan Mattia De Sciglio. Sementara Andrea Barzagli bakal diistirahatkan.

SIMAK JUGA: Allegri: Juventus Incar Scudetto Ketujuh

Lebih lanjut, Allegri juga menegaskan jika Serie A akan selalu menjadi target primer timnya, meski sejumlah pihak meminta mereka untuk fokus mengejar target yang lebih tinggi, yakni Liga Champions. Dalam tiga tahun terakhir, Bianconeri dua kali berhasil menembus partai puncak kompetisi prestisius tersebut namun berturut-turut dikalahkan Barcelona (2015) dan Real Madrid (2017).

“Tiap musim yang berlalu selalu menghadirkan kesan luar biasa. Bagi kami, memenangi Scudetto ketujuh secara beruntun harus menjadi target utama. Tidak ada tim yang bisa melakukan hal itu selain Lyon [yang menjuarai Ligue 1 Prancis 2002 hingga 2008]. Kami harus mempertahankan antusiasme ini,” serunya.