Jelang Piala Indonesia, Persebaya Surabaya Sisipi Pemain U-19

Skuat Persebaya belum komplet menjelang pertandingan 64 Besar melawan PSKT Sumbawa Barat.

Minimnya jumlah pemain dalam menjalani persiapan menghadapi babak 64 Besar Piala Indonesia 2018 membuat jajaran pelatih Persebaya Surabaya memasukkan sejumlah pemain U-19 untuk mengikuti latihan tim.

Dalam sesi latihan kemarin, hanya 13 pemain yang hadir. Hal ini disebabkan sejumlah pemain diberikan libur untuk merayakan Natal bersama keluarganya masing-masing. Persebaya dijadwalkan menghadapi PSKT Sumbawa Barat, Minggu (23/12), di Stadion 17 Desember Mataram.

Asisten pelatih Bejo Sugiantoro mengatakan, pemanggilan sejumlah pemain U-19 bertujuan memaksimalkan latihan tim, terutama saat memasuki sesi taktikal.

“Besok [hari ini] sudah ada Irfan Jaya dan Rendi Irwan. Keduanya izin hari ini [kemarin]. Saya sudah usulkan ke manajemen untuk menambah pemain Persebaya U-19 di sesi latihan ini,” jelas Bejo dilansir laman resmi klub.

Bejo menambahkan, penggawa Persebaya untuk sementara menjalani latihan kebugaran setelah mereka menjalani libur selama satu pekan pascalaga terakhir Liga 1 2018.

“Seperti arahan dari pelatih [Djadjang Nurdjaman] mengembalikan kondisi pemain ke keadaan siap tanding. Artinya mengembalikan kondisi fisiknya. Endurance dan conditioning after rest menjadi menu latihan tadi,” jelas Bejo.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mabes Polri Bentuk Satgas Untuk Berantas Mafia Sepakbola Indonesia Pemberantasan mafia di sepakbola tanah air benar-benar digaungkan. Terbukti Mabes Polri sampai membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas adanya aksi pengaturan skor yang mencederai persepakbolaan nasional. Satgas tersebut bakal berada di bawah naungan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri yang bekerjasama dengan PSSI. Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. "Nanti didalami oleh Dittipidum apakah pidana, apa penipuan atau masalah menyangkut undang-undang di bidang keolahragaan atau perbuatan curang. Nanti akan didalami bersama dengan PSSI yang tahu bola dan mekanismenya," kata Dedi. Selain itu, Dedi menyatakan para mafia tersebut harus berantas, karena membuat sepakbola Indonesia tidak maju. Ia pun berharap seluruh pihak yang mengetahui adanya indikasi pengaturan skor dalam sebuah pertandingan tak ragu melaporkan kepada pihaknya. "Setiap pertandingan ada manajemen wasitnya yang ada di luar masternya bisa menilai itu. Menilai ada suatu pertandingan curang yang dilakukan oknum tertentu, bisa dilaporkan kepolisian. Di PSSI ada komite disiplin yang harusnya dikedepankan betul-betul memantau setiap event pertandingan," ujarnya. Isu pengaturan skor kembali menyeruak ke permukaan publik. Setelah manajer Madura FC Januar Hermanto, menyebut timnya diminta mengalahkan dari PSS Sleman ketika bersua di Liga 2 oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. Pernyataan tersebut pun membuat Hidayat mengundurkan diri jabatannya di PSSI. Meski sudah mundur pria yang juga menjabat sebagai dosen tersebut tetap diberi hukuman komite disiplin PSSI yakni larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, denda sebesar Rp150 juta dan tidak boleh masuk stadion selama dua tahun.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persija Tunggu Orang Gila Tambahkan Bonus Pemain
2. Respons Cristiano Ronaldo Soal Selebrasi Kontroversialnya
3. Barcelona Diklaim Bersedia Lepas Messi, Inter Berpeluang Merekrut
4. Jose Mourinho Tutup Peluang Juara Man United
5. Semua Transfer Top Klub Liga 1 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1