Joko Susilo Difokuskan Belajar Manajerial Tim

Ruddy menginginkan Joko tidak hanya piawai meracik taktik, tapi juga mengelola tim.

Manajer umum Arema Cronus Ruddy Widodo mengungkapkan, Joko Susilo diharapkan lebih fokus memperdalam ilmu manajemen tim saat berguru di klub Australia, Brisbane Roar.

Manajemen Arema sebelumnya telah membatalkan keberangkatan Joko ke Jepang untuk menggali ilmu di Consadole Sapporo. Sebagai gantinya, Joko akan diterbangkan ke Australia.

Ruddy mengatakan, manajemen berharap Gethuk, sapaan Joko, bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya, terutama dari segi pengelolaan dan manajerial sebuah tim. Menurut Ruddy, Gethuk harus bisa menjadi sosok berwibawa, dan punya cara untuk mengelola pemainnya.

“Secara kemampuan dan analisis permainan, Gethuk kita akui sangat baik, karena dia pernah dimentori beberapa pelatih bagus. Namun, yang diinginkan manajemen adalah Gethuk punya kemampuan untuk melakukan mengelola manajemen tim, sehingga dia bisa membawa tim lebih bagus dari sebelumnya,” ungkap Ruddy.


SIMAK JUGA
Keberangkatan Joko Susilo Ke Jepang Ditunda
Joko Susilo Bidik Lisensi A AFC Di Jepang
Joko Susilo Dukung Milomir Seslija

Mengenai alasan pembatalan Gethuk ke Jepang, Ruddy menyatakan, keberangkatan asisten pelatih Arema itu akan sia-sia, mengingat Consadole sudah menggelar persiapan menjelang bergulirnya J2 League. Selain itu, faktor cuaca dan bahasa juga memberikan pengaruh.

Ditambahkan, kendati Liga Utama Australia (A-League) sudah berjalan, Ruddy menilai negara tersebut mempunyai keunggulan, yaitu soal bahasa, dan banyaknya orang Indonesia di Negeri Kanguru.

“Saat ini di Jepang sedang dingin, dan kasihan kalau misalnya kita paksakan ke sana, bisa jadi nanti malah sakit, dan siapa yang bakal mengurusinya,” ujar Ruddy.

“Sementara di Australia, ada perwakilan Cronus di Brisbane Roar, dan tentu ini akan membuat Gethuk mudah berkomunikasi ketimbang di Jepang yang notabenenya full menggunakan bahasa Jepang.” (gk-48)