Jose Mourinho Beberkan Kerumitan Membangun Manchester United Pasca Louis Van Gaal

Jose Mourinho datang ke Manchester United bukan hanya untuk memenuhi target klub, tapi juga dia harus membangun ulang sumber daya di dalamnya.

Jose Mourinho mengakui dirinya berada di posisi yang serba sulit saat pertama kali datang ke Manchester United, yang kala itu dalam kondisi serba tak menentu pasca-rezim Louis van Gaal.

Meski demikian, di musim pertamanya, pria Portugal itu berhasil mempersembahkan mini treble: Community Shield, Liga Europa dan Piala Liga.

Mourinho menjelaskan, dirinya harus berjibaku dengan keadaan rumit saat dituntut untuk mengangkat kembali The Red Devils, baik dari segi teknis mau pun non-teknis. 

"Dalam pandangan saya, bagian tersulit adalah periode di mana ada sebuah evolusi dalam sepakbola secara keseluruhan bila berbicara untuk semua tim, tidak hanya tim-tim yang berkarakter powerful. Tapi juga seluruh tim yang lain," buka Mourinho.

"Evolusi mereka adalah dalam kaitannya terhadap perubahan dalam sepakbola. Memungkinkan tim-tim ini memiliki kekuatan ekonomi yang sangat mumpuni dalam sepakbola."

"Di saat yang sama, ada sebuah evolusi dan Manchester United tidak mengikuti evolusi tersebut dan pekerjaan saya tidak hanya tentang datang ke tim sepakbola dan membangun sebuah sepakbola yang menyerang, tentang target juara dan sasaran lainnya. Namun lebih dari itu semua!"

"Ini tentang memperbaiki struktur dan berusaha untuk beradaptasi dengan struktur di sekitar tim ini untuk mendapatkan dinamika baru. Sama halnya saat di Real Madrid."

"Sebuah klub besar dengan ekspektasi yang membumbung tinggi, tapi periode sulit dengan evolusi yang dilakukan tim-tim lain serta jarak antara Real Madrid dan Barcelona berkembang lebih besar, besar dan jauh lebih besar," tandasnya.