Jose Mourinho: Saya Tidak Akan Kabur Atau Menangis!

Meski kerap mendapatkan kritikan, sang manajer berjuluk The Special One tetap menunjukkan mentalitas kuat.

Jose Mourinho menegaskan dirinya tak akan kabur dari tanggung jawab atau sekali pun menangis setelah kerap mendapat hujan kritikan atas performa buruk Manchester United belakangan ini.

Manajer asal Portugal tersebut yang teranyar gagal membawa United lolos ke perempat-final Liga Champions musim ini setelah dikandaskan Sevilla dengan agregat 2-1.

Kritikan mengalir deras dari banyak kalangan lantaran Red Devils menyuguhkan kinerja yang negatif dan cenderung menerapkan taktik 'parkir bus' saat kalah 2-1 kontra Sevilla dalam duel leg kedua 16 besar di Old Trafford, Rabu (14/3) kemarin.

"Hidup ini indah, saya memiliki perkerjaan luar biasa," tegas Mourinho jelang mendampingi United dalam laga perempat-final Piala FA lawan Brighton and Hove Albion pada akhir pekan ini.

"Kemarin saya bertemu orang baru yang bekerja di klub ini, di divisi yang berbeda dan tak ada kaitannya dengan saya, seseorang yang datang dari klub lain. Saya bertanya 'mengapa Anda datang ke sini?'"

"Ia berkata 'karena saya [Mourinho] melakukan pekerjaan yang fantastis di klub lain dan saya tahu bahwa saya memiliki pekerjaan besar untuk dilakukan jadi saya merasa ada tantangan'."

Jose Mourinho

"Saya katakan padanya 'bagus', karena keputusan saya datang ke sini [United] juga serupa. Saya mungkin bisa saja di liga lain di mana gelar juara sudah ada dalam genggaman, terutama sebelum kompetisi dimulai."

"Tapi saya tidak berada di sana, saya ingin datang ke sini. Tidak mungkin Anda [para reporter dan juga pengkritik] bisa mengubah mentalitas saya. Bagi saya, saya tak tahu jika Anda semua tahu ekspresinya, ada kutipan berbunyi; 'Di setiap dinding ada pintu, setiap dinding adalah pintu," lanjutnya.

"Saya tak akan kabur [dari tanggung jawab], menghilang, menangis, hanya karena saya mendengar adanya ejekan. Saya tak akan seketika menghilang dari lorong stadion, bahkan untuk laga selanjutnya saya yang akan pertama kali masuk [ke lapangan]."

"Saya menghormati fans, saya tak takut apa pun. Ketika saya berusia 20 tahun, saya bukan siapa-siapa di dunia sepakbola, saya hanyalah sekadar putra kecil dari seseorang."

"Dan sekarang, di usia 55 tahun, saya adalah diri saya sendiri, saya melakukan apa yang ada sekarang ini karena pekerjaan, karena talenta dan mentalitas saya jadi mereka bisa berdampingan. Saya paham bahwa dalam beberapa tahun terakhir sulit bagi para pembenci saya, mereka selalu berkata 'ia ada di sini lagi, selalu menang'."

"Jadi, untuk beberapa bulan tersebut saya tak memenangkan apa pun, 10 bulan tanpa apa pun. Trofi terakhir yang saya menangkan adalah 10 bulan yang lalu. Saya mengalahkan Liverpool, Chelsea dan kalah dari Sevilla, itu adalah momen untuk mereka merasakan kesenangan," tukas Mourinho.

Di Liga Primer Inggris, kans United untuk bisa meraih gelar juara juga sangat kecil dengan sejauh ini tertinggal 16 poin dari rival sekota mereka, Manchester City yang duduk nyaman di puncak klasemen.