Jose Pekerman Sebut Kasus Luis Suarez Masalah Sensitif

Pelatih Kolombia memilih fokus pada tim sendiri dan menyebut Piala Dunia kali ini sangat indah.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Arsitek dari tim nasional Kolombia Jose Pekerman enggan terpengaruh dengan hilangnya sosok Luis Suarez dari kubu Uruguay menyusul aksi gigitan kepada Giorgio Chiellini yang membuat El Pistolero harus angkat kopor lebih dahulu dari Brasil.

Kolombia yang akan melawan Uruguay di babak 16 besar Piala Dunia, Minggu (29/6) dini hari WIB, tetap yakin bahwa La Garra Charrua tetap berbahaya dan diunggulkan dalam laga yang digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro.

Pekerman yang sudah menukangi Kolombia sejak tahun 2012 menilai kasus Suarez sangat sensitif untuk dibicarakan terus menerus, apalagi Uruguay yang tentu sangat kehilangan sosok striker haus gol tersebut akan menjadi lawan dari Los Cafeteros (julukan Kolombia).

"Dengar, ini merupakan isu yang sensitif dan tajam. Saya paham ini namun konsentrasi kami adalah Uruguay sebagai tim. Kami bersiap untuk menghadapi mereka dan cukup sudah," papar mantan pelatih Argentina itu dalam sesi jumpa pers.

"Kami hanya berpikir soal Uruguay. Mereka merupakan lawan unggulan yang akan kami hadapi. Tim yang sangat berpengalaman dengan segudang kemampuan dan kesuksesan," tambahnya. "Merekan akan selalu jadi lawan yang sulit bagaimana pun itu. Saya sangat sibuk dengan Kolombia dan masalah kami dan sedang berpikir. Kami akan berpikir tentang tim kami sendiri."

Kolombia yang begitu digdaya saat keluar sebagai juara Grup C, meraih tiga kemenangan atas Yunani, Jepang dan Pantai Gading, menilai bahwa partai kontra Uruguay akan jadi ujian yang paling berat sejauh ini.

"Ini merupakan ujian yang besar untuk kami. Kami tahu kemampuan dari lawan dan pengalaman mereka," kata Pekerman.

"Ini akan jadi ujian yang dinanti untuk Kolombia. Kami harus menunjukkan bahwa kami siap untuk ini. Sangat penting untuk tidak kehilangan optimisme dan kepercayaan yang kami miliki.

"Kami melihat banyak hal baru di Piala Dunia kali ini yang tidak terjadi di Piala Dunia sebelumnya. Merupakan hal yang membuat turnamen ini indah," tandas pria 64 tahun itu.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics