Julien Faubert: Tinggal Di Negara Muslim Seperti Indonesia Bagus Buat Saya

Julien Faubert beberkan alasan memilih melanjutkan karier sepakbola di Indonesia.

Julien Faubert dikenal banyak fans akibat berbagai ulah kontroversial, seperti kepindahan ke West Ham United dan Real Madrid, tertidur di bangku cadangan, hingga keputusan melanjutkan karier ke Borneo FC, Januari lalu.

Namun, Faubert jauh dari kesan kontroversial saat ditemui dalam sebuah sesi wawancara eksklusif pada acara peluncuran sepatu baru PUMA FUTURE di Jakarta, Jumat (9/3) sore. Pemain Prancis berusia 34 tahun ini tidak pernah ragu membeberkan apa yang ada di dalam kepalanya, termasuk alasan memilih Borneo.

"Pertama-tama, jika Anda belum tahu, saya seorang muslim. Bagi saya tinggal di negara muslim seperti Indonesia bagus buat agama dan iman saya," ungkap Faubert.

"Kedua, Borneo tim yang benar-benar bagus dengan bos yang baik [Nabil Husein]. Sebelumnya saya juga mengobrol dengan Momo Sissoko karena kami punya manajemen yang sama. Dia bilang banyak hal baik tentang Indonesia."

"Saya pikir liga Indonesia liga yang bagus. Saya baru bermain dari liga Finlandia, mereka tak punya fans. Indonesia punya segalanya yang saya butuhkan. Saya butuh kehadiran fans. Liga Finlandia tidak punya pertandingan besar, di sini saya bisa menemukannya. Jadi, ini pilihan yang mudah."

Pernyataan Faubert mempertimbangkan Indonesia sebagai negara muslim menarik karena sempat beredar kutipannya tentang keengganan tinggal di Prancis. Bahkan, kabarnya Faubert tak lagi mau tinggal di negara asalnya itu.

"Bukan itu maksud saya. Saya masih orang Prancis, paspor saya Prancis, saya senang dengan negara saya. Namun, pada saat yang sama, tinggal di Indonesia terasa seperti tinggal di rumah buat saya. Saya tidak tahu masa depan, saya tidak tahu berapa tahun saya akan bermain di sini. Tapi kalau bisa tinggal selamanya, kenapa tidak?" ujar pemain yang mengaku selalu berpikiran terbuka ini.

"Saya menyenangi budaya Indonesia. Saya senang dengan sambutan orang di sini."

Untuk membantunya beradaptasi dengan lingkungan baru di Samarinda, Faubert berencana memboyong kedua anaknya.

"Saya orang yang sederhana. Saya senang menghabiskan waktu di rumah untuk memulihkan diri. Saya bukan tipe yang gemar clubbing. Saya harus menjaga diri saya baik-baik karena di Indonesia kami akan memainkan banyak pertandingan," lanjutnya.

"Saya punya target. Saya di sini untuk meraih sukses dan membawa serta tim saya untuk sukses juga. Saya tahu betul kualitas saya. Hidup di sini lumayan mudah. Orang-orang mau membantu meski saya belum bisa berbahasa Indonesia."

"Anak-anak saya akan datang berlibur bulan depan. Lalu, mereka akan tinggal dua bulan di sini selama Agustus dan Juli. Ya, saya akan membawa keluarga saya ke sini. Mereka tidak sabar untuk datang karena saya banyak mengatakan hal bagus soal Indonesia."

Faubert bersama Osvaldo Haay dan Hanif Sjahbandi diperkenalkan PUMA sebagai pesepakbola yang akan mengenakan sepatu terbaru mereka, FUTURE 18.1, yang dirancang agar sang pemakai sepatu mendapatkan kerekatan yang sempurna apapun bentuk kaki atau penguncian sepatu yang diinginkan.