Jurgen Klopp mengeluhkan Penampilan Anak Asuhnya

Pelatih Borussia Dortmund, Jurgen Klopp, tak hanya kecewa dengan kekalahan timnya tapi juga kegagalan anak buahnya untuk memberikan ujian kepada kiper Juventus, Gianluigi Buffon, saat wakil Jerman itu tersingkir dari Liga Champions dengan kekalahan 3-0.

Tertinggal 2-1 dari leg pertama di Turin, Dortmund harus menampilkan kemampuan menyerang mereka di Signal Iduna Park untuk berpeluang lolos ke babak berikutnya.
 
Namun, tim Bundesliga ini justru memulai laga dengan sebaliknya setelah Carlos Tevez mencetak gol lewat tendangan geledek di awal pertandingan. Pemain Argentina itu merancang gol kedua yang dicetak Alvaro Morata sebelum dirinya mencetak gol ketiga.
 
Mungkin yang lebih mengkhawatirkan bagi pelatih Jurgen Klopp daripada kegagalan timnya untuk mengatasi dua striker Juve adalah fakta bahwa timnya jarang menyulitkan lini pertahanan lawan, dengan gagal mencetak satu pun tembakan ke arah gawang di babak pertama.
 
"Kami terlalu tidak berbahaya. Jika anda tidak menembak ke gawang, anda tidak bisa mencetak gol," katanya. "Kita tidak bisa menyalahkan bola, karena bola terbang dengan cukup baik, karena anda bisa melihat itu  dengan gol yang dicetak Tevez."
 
"Setiap menit lawan semakin memperoleh kepercayaan diri dan kami tidak memilikinya."
 
"Juve jelas lebih baik dari kami, tetapi mereka juga memiliki start yang sempurna setelah tiga menit."
 
Kapten Mats Hummels sepakat bahwa Dortmund gagal bangkit dari ketertinggalan di awal laga dan mereka tidak pernah menguasai babak kedua yang didominasi Juve.
 
"Gol cepat yang membobol gawang kami pasti mengejutkan bagi kami. Anda tidak dapat membantah hal itu," tambah Hummels. "Hampir sepanjang pertandingan kami gagal menciptakan peluang penting."
 
"Di babak kedua kami benar-benar kehilangan ritme permainan kami dan akhirnya skor akhir adalah hasil yang pantas."
 
"Kami tidak bisa mengatakan bahwa kami berada di tingkat yang sama seperti Juventus."