Juventus Sejajar Barcelona & Real Madrid, Apa Iya?

Torehan prestasi Juventus di Liga Champions tak bisa dibandingkan dengan perolehan Barcelona, apalagi Real Madrid. Tapi apakah ada alasan memposisikan mereka sejajar dengan raksasa Eropa tersebut?


GOALOPINI   PETER STAUNTON     DISARIKAN OLEH   TAUFIK BAGUS    


Juventus menjadi salah satu tim terbaik di Eropa pada musim ini. Dua gelar domestik dan tiket ke final Liga Champions adalah bukti yang bisa mereka suguhkan bagi siapa pun yang meragukannya.

Hanya saja, Barcelona sedikit lebih baik dari mereka. Di Berlin, tepatnya di Olympiastadion, Juventus sudah berusaha keras mengimbangi permainan Barcelona sebelum akhirnya kalah 3-1.

Tapi, dilihat dari segi apa pun, yang ditunjukkan Juventus sepanjang 90 menit laga di Berlin adalah bukan performa tim pecundang. Strategi yang dimainkan sudah mantap, komposisi pemain juga meyakinkan. Yang kurang mungkin hanya keberuntungan, dan sedikit pengalaman. Faktor itulah yang kemudian menentukan bagaimana hasil final melawan Barcelona.

Namun, terlepas dari hasil tersebut, Anda melihat Juventus yang sepenuhnya berbeda. Bisa jadi fans Juventus di segala penjuru dunia sempat memiliki keraguan ketika Massimiliano Allegri menggantikan peran Antonio Conte sebagai pelatih tim. Kedekatan dengan klub menjadi alasannya.

Tapi Allegri menjawab dengan sendirinya. Ia memaksimalkan potensi skuatnya dengan sangat baik. Peran Paul Pogba dan Alvaro Morata menjadi sangat krusial di tengah barisan pemain gaek yang dipunyai Juventus, semisal Gianluigi Buffon dan Andrea Pirlo. Membandingkan grafik performa pun Juventus di musim ini masih menunjukkan kualitas yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Imbasnya, ekspektasi yang ada di pundak Juventus pun membuncah. Dengan tambahan dana dari hadiah dan hak siar tampil hingga final Liga Champions, Juventus diharapkan bisa menunjukkan penampilan yang jauh lebih baik lagi di musim depan.

Untuk mewujudkan itu, Juventus sudah mengambil langkah meyakinkan dengan merekrut pemain muda paling bersinar di musim ini, Paulo Dybala, dari Palermo. 32 juta euro dikeluarkan untuknya, meski kualitasnya di kompetisi sekelas antarklub Eropa belum teruji.

Namun masuknya Dybala juga dibarengi dengan bakal hengkangnya Carlos Tevez, dengan Boca Juniors siap menampungnya. Belum pasti memang, tapi indikasi ke sana semakin terang.

Sami Khedira menjadi pemain yang berpotensi menambah kualitas lini tengah Juventus. Bayangkan, ketika pemain Jerman itu berduet dengan Pogba dan Pirlo di lini tengah, dengan Claudio Marchisio siap membantu.

Tapi ada juga kemungkinan Juventus kehilangan Pogba. Hanya saja, sebagai gantinya, Juventus mungkin akan mendapatkan dana ekstra besar dari penjualan pemain Prancis itu, yang bisa digunakan untuk mendatangkan pemain yang tak kalah hebatnya juga. Juventus bisa meniru momentum ketika Zinedine Zidane diboyong Real Madrid yang kemudian datang berurutan pemain seperti Buffon, Lilian Thuram dan Pavel Nedved sebagai pengganti. Giuseppe Marotta pasti sudah punya rencana, yang kurang lebih, seperti ini.

Meski semuanya belum pasti, tapi bursa taruhan masih meyakini Juventus akan sukses kembali seperti musim ini dan tiga musim sebelumnya. Dominasi Juventus sebagai jawara Italia tak akan tergoyahkan.

Untuk di Eropa, Juventus mungkin masih akan mengeluarkan tenaga ekstra keras untuk bisa menjadi juara. Tapi, bisa dipastikan level mereka saat ini sudah sejajar dengan tim-tim papan atas Eropa lainnya, macam Barcelona, Real Madrid, Paris St Germain dan Bayern Munich.

Karena itulah, lumrah jika melihat target Juventus di musim depan adalah menjaga tren positif ini. Tapi bagaimana dengan tantangannya? Tentunya menjadi lebih baik.

Bisa, Juventus?

Get Adobe Flash player

 

Topics