K-85 Bantah Tolak Persebaya

Umuh menegaskan tak pernah menjegal Persebaya, sedangkan Yoyok menilai kongres hanya mengagendakan pemilihan ketua umum.

Dua pemilik suara yang tergabung dalam Kelompok 85 (K-85) membantah mereka sengaja menjegal Persebaya dalam kongres pemilihan PSSI di Jakarta kemari dengan alasan berbeda.

Dalam kongres itu, agenda pemulihan status klub anggota, termasuk Persebaya tak jadi dilaksanakan. Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar berkilah keputusan menunda bukan berasal dari voter, melainkan komite eksekutif (Exco) PSSI.

“Saya mengangkat tangan untuk di-pending-nya 24 klub. Untuk Persebaya, sejak awal saya perjuangkan untuk tetap bisa masuk dalam agenda pembahasan di kongres. Tapi entah bagaimana, di Exco-nya mereka yang memutuskan, sehingga perwakilan Persebaya tidak bisa masuk,” kilah Umuh dikutip Galamedianews.

“Jadi jangan salah. Sejak awal saya dukung Persebaya untuk ikut, karena mereka yang aslinya. Kalau yang sekarang tidak ramai. Saya tegaskan lagi, saya mengangkat tangan bukan untuk Persebaya, tapi untuk 24 klub baru. Sejak awal saya, maupun Persib tidak punya masalah dengan Persebaya. Saya justru sedih dengan masalah Persebaya ini.”

Sementara CEO PSIS AS Sukawijaya menyatakan, agenda terkait Persebaya baru saja dimasukkan PSSI. Menurut Sukawijaya, seharusnya agenda itu diputuskan saat kongres lalu bersamaan dengan penentuan waktu dan tempat.

“Kami [K-85] bukan menolak Persebaya, jangan disalahartikan. Kami menolak itu, karena semua agenda di luar pemilihan ketua umum dam Exco. Mestinya agenda Persebaya masuk pada kongres tahunan, bukan kongres pemilihan,” jelas pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini.

“Agenda kongres harusnya cuma pemilihan, tapi disisipkan PSSI tambahan agenda-agenda, sehingga tidak sesuai statuta. Maksud kami, semua nanti, Persebaya dan lain-lain, diagendakan pengurus baru, bukan masuk dalam kongres pilihan ketum baru. Mohon masyarakat dapat memahami tahapan-tahapan kongres.”