Kalah Dua Kali Beruntun, Slaven Bilic Tertekan

Setelah mengalahkan Arsenal di laga pembuka Liga Primer, West Ham arahan Slaven Bilic dipaksa menyerah di tangan Leicester City dan Bournemouth di kandang sendiri.

Manajer West Ham United Slaven Bilic mengaku mulai tertekan setelah timnya menelan dua kekalahan beruntun di awal musim Liga Primer Inggris 2015/16.

Usai mencatatkan kemenangan mengejutkan di markas Arsenal pada laga pembuka, West Ham kemudian dipaksa menghadapi kenyataan sebagaimana mereka menyerah di tangan Leicester City dan Bournemouth di kandang sendiri.

Dalam keterangannya, Bilic mengaku punya tanggung jawab untuk mengubah situasi dan berharap timnya tidak mengulang penampilan buruk seperti akhir pekan kemarin.

“Saya tertekan,” ujar Bilic. “[Dua] kekalahan itu terjadi di kandang sendiri dan itulah mengapa saya harus mengubah situasi ini.

“Kembali, kami menjadi tim terbaik kedua [saat melawan Bournemouth] dan saya tidak suka dengan situasi ini. Jika bermain seperti ini, kami tidak bisa berharap untuk memenangkan banyak pertandingan,” imbuhnya.