Kalah, Pelatih Persija Jakarta Sebut Timnya Kekurangan 'Playmaker'

Selain itu, Teco menuturkan Luiz Junior masih belum padu dengan para pemain Persija lainnya.

Pelatih Persija Jakarta, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues, mengakui timnya kesulitan bangkit saat ditaklukan Madura United dengan skor 2-0, pada laga semi-final Cilacap Cup, Jum'at (24/3) petang. Slamet Nurcahyono membuka keunggulan Laskar Sape Kerrab pada menit ke-14', sebelum mengunci kemenangan timnya melalui tandukkan delapan menit jelang bubaran.

"Kami kehilangan konsentrasi saat gol pertama, ketinggalan 1-0 di awal babak semakin membuat kami susah. Kami coba keluar di babak kedua, tetapi banyak serangan balik dari mereka," ujar Teco, sapaan akrab Stefano, setelah laga.

Teco mengakui bahwa tim Macan Kemayoran membutuhkan daya dobrak lebih dari seorang playmaker serta berharap Luiz Carlos Junior semakin padu sebelum Liga 1 dimulai. Kekurangan playmaker ini pun sudah disampaikan pelatih asal Brasil itu kepada manajemen Persija, setelah Piala Presiden 2017.

"Saya tidak peduli apakah dia pemain asing atau lokal, asalkan dia pemain yang bagus," jelasnya.

"Luiz juga masih harus komunikasi sama teman-temannya. Tadi saat dia terima bola, posisinya dengan pemain lain masih terlalu jauh," tambah eks pelatih Chiangrai United itu.

Namun, Teco senang penggawa mudanya menampilkan performa yang apik, mengingat regulasi kompetisi yang mengharuskan tiga pemain U-23 tampil sebagai starter. "Kami kasih kesempatan untuk semua pemain main. Rezaldi Hehanusa dan Rasul main sedikit saja di kompetisi tahun kemarin. Kami memang turunkan mereka (pemain muda) di babak kedua. Kami harus lihat mereka sekarang untuk evaluasi sebelum kompetisi," pungkasnya.

 

Topics