Kebutuhan Strategi Yang Buat Evan Dimas Jadi Cadangan

Sejumlah pihak merasa keputusan tidak memainkan Evan dari menit pertama merupakan kesalahan besar.

Pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla menjelaskan alasannya tidak memainkan Evan Dimas dan Hansamu Yama ketika dikalahkan Malaysia 3-0. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena strategi yang bakal dipakainya.

Kekalahan yang dialami ini membuat langkah timnas Indonesia U-22 ke putaran final tahun depan menjadi berat. Skuat Merah Putih harus memenangi dua laga sisa di Grup H yakni melawan Mongolia dan Thailand.

Milla menjelaskan pemain yang dimainkannya sejak menit awal merupakan yang terbaik. Walau sejumlah pihak menilai susunan pemain yang diturunkan pria asal Spanyol tersebut tidaklah dihuni para pemain yang mumpuni.

Terbukti, timnas Indonesia U-22 bermain sangat buruk pada babak pertama, sehingga Malaysia mampu mencetak tiga gol. Namun, semua itu berubah saat Evan masuk di babak kedua. Permainan tim Merah Putih menjadi punya alur serangan yang mengalir.

"Kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain untuk laga ini, dan juga kami lihat ada dua pertandingan yang sangat dekat tapi kita bisa lihat di tim ini, karena strategi dan kami percaya sepenuhnya kepada Evan dan Hansamu," kata Milla usai pertandingan.

"Kami bisa lihat babak kedua saat Evan dimainkan, permainan jadi lebih terbuka, kita bisa menguasai bola lebih banyak. Tapi hasil dari babak pertama tidak mendukung. Pemain akhirnya tidak mampu cetak gol dan dua pertandingan mendatang Evan dan Hansamu merupakan bagian penting tim."

"Sekali lagi saya katakan keputusan ada di tangan pelatih kami bermain dengan 11 pemain dan 3 cadangan. Jadi saya bergantung kepada 14 pemain yang bermain itu bagaimana melawan Malaysia. Saya tidak punya keraguan kalau 11 pemain pertama adalah pemain terbaik yang saya turunkan," tambahnya.