Kecewa, Dokter Tim Arema Cronus Mundur

Indrawan beralasan konflik sepakbola nasional membuat dirinya tidak bisa mengembangkan kemampuan.

Dokter tim Arema Cronus Indrawan Dewantoro memilih mundur dari klub berbasis di Malang itu setelah merasa kecewa dengan konflik persepakbolaan nasional yang tidak berujung.

Keputusan Indrawan ini menyusul fisioterapis Harmun Agussoca yang telah mundur sejak Juni. Indrawan sudah mengambil keputusan ini sejak, Jumat (7/8), namun enggan mengungkapkan alasannya secara detil.

“Intinya, karena kondisi sepakbola Indonesia masih begini saja, sehingga sangat sulit bagi saya pribadi untuk mengembangkan diri,” kata Indra melalui pesan pendek.

Sementara itu, hengkangnya Indrawan membuat Arema merasa kehilangan, mengingat ada dua penggawa Singo Edan yang dibekap cedera, yakni Dendi Santoso dan Ahmad Nufiandani.

“Ya harus segera ada penggantinya, karena dokter adalah elemen tim yang sangat penting. Salah satunya adalah memantau proses kesembuhan cedera dua pemain kita. Kalau tidak ada dokter, ya harus ada,” terang Suharno di sela-sela latihan.

“Saya tidak bisa menggandolinya. Semoga dia mendapatkan yang terbaik di tempat kerja barunya.” (gk-48)

Topics