Kekacauan Di Turin, Lima Orang Kritis

Dalam acara nonton bareng di Turin, sempat terjadi kepanikan yang disebabkan oleh dentuman keras dan menimbulkan ratusan korban luka-luka.

Setidaknya lima orang berada dalam kondisi kritis dan 600 orang luka-luka setelah kekacauan di zona fans Juventus ketika nonton bareng Liga Champions. Salah seorang penggemar bahkan membandingkan situasi tersebut dengan tragedi Heysel.

Real Madrid baru saja mencetak gol ketiga ketika dentuman keras menggema di sekitar Piazza San Carlo, Turin, di mana 20.000 penggemar berkumpul untuk menonton pertandingan final di layar besar.

Tidak jelas apakah itu merupakan kembang api atau gerbang metal yang jatuh ke dataran keras seingga menimbulkan dentuman. Adapun karena hal tersebut terjadi tak lama setelah bom Manchester, kepanikan langsung menguar.

Menurut Tancredi Palmeri, sebagaimana diungkap oleh Football Italia tengah berada di lokasi, ada gerbang metal yang jatuh ke jalan masuk kereta bawah tanah di satu sisi area. Bunyi keras itu menggema hingga sudut sebaliknya dan orang-orang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Di tengah suasana panik, orang-orang berusaha untuk lari dari alun-alun kota dan sekitar 600 orang cedera karena berdesak-desakan. Minimal lima orang tengah berada dalam kondisi kritis, termasuk seorang perempuan muda dan anak kecil berusia empat tahun dengan trauma kepala dan dada.

"Saya syok. Ini seperti Heysel," ungkap salah seorang suporter yang menangis. "Saya ada di sana. Ini benar-benar seperti Heysel."

Salah satu saksi turut angkat bicara pada La Stampa. "Kami mendengar teriakan dan tiba-tiba ribuan orang saling dorong untuk mencapai jalan keluar. Kami semua terdesak. Ada anak-anak yang terpisah dengan orang tuan dan keluarganya."

"Itu bukan bom, tapi terasa seperti ada, karena suasana benar-benar kacau."