Kelantan FA Mau Bikin Liga Tanpa FAM & FIFA

Manajemen merasa gusar kepada FAM yang mendesak Kelantan FA agar segera melunasi tunggakan gaji Steve Darby.

Manajemen Kelantan FA merasa kecewa dengan federasi sepakbola Malaysia (FAM), serta memunculkan ide radikal untuk menggulirkan liga tanpa bernaung di bawah FAM dan FIFA.

Hal itu diungkapkan presiden Kelantan FA Tan Sri Annuar Musa. Saat ini Kelantan dilanda krisis finansial, dan makin diperparah dengan tunggakan gaji kepada mantan pelatihnya, Steve Darby, dari April 2014 hingga November 2015 yang mencapai RM636 ribu, atau sekitar Rp2,25 miliar.

Pada 28 Juli, FAM kemudian mendesak Kelantan agar segera melunasi tunggakan gaji dalam rentang waktu 14 hari. Tuntutan FAM ini membuat Kelantan gusar, dan menyatakan ingin keluar dari induk organisasi sepakbola Malaysia tersebut. Menurut Annuar, FAM hanya bisa menjatuhkan sanksi denda tanpa memperhatikan kesulitan yang dialami klub.

“Jika klub mengganti pelatih, atau pemain, ini berarti tim itu sanggup dengan biaya tambahan demi memperbaiki prestasi sepakbola yang menjadi tanggung jawab federasi,” cetus Annuar dikutip laman Utusan.

“Namun FAM tidak memandang niat baik kami, sebaliknya klub terpaksa menurut draf yang telah ditentukan FAM yang tidak melindungi hak klub. Mau mendapatkan dana RM1 pun terpaksa banting tulang.”

“Berapa yang sudah FAM berikan kepada klub? Klub diibaratkan membajak sawah guna mencari dana untuk FAM.”

Karena itu, lanjut Annuar, Kelantan mulai mengkaji kemungkinan membuat liga, atau klub lain tanpa bernaung di bawah FAM dan FIFA.

“Satu ide yang boleh dianggap radikal, tapi tak mustahil [dilakukan]. Kalau sekadar untuk bermain bola, banyak klub boleh hidup tanpa FAM, atau pun FIFA. Boleh kita coba?” tantang Annuar.