Kembali Ke Pusamania Borneo FC, Iwan Setiawan Kurangi 'Psywar'?

Iwan saat ini diposisikan sebagai direktur teknik PBFC dan menyerahkan komentar mengenai teknis ke Basri.

Pusamania Borneo FC (PBFC) kembali menggunakan jasa pelatih Iwan Setiawan pada turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). Sebelumnya, Iwan sempat mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih tim Pesut Etam, setelah ditaklukkan PS TNI pada laga perdana mereka di Piala Jenderal Sudirman.  

Namun, kembalinya pelatih yang dikenal dengan psywar-nya itu kali ini tidak diposisikan sebagai pelatih kepala, tapi sebagai direktur teknik klub. Pasalnya, PBFC sementara ini telah memberikan kepercayaan jabatan pelatih kepala kepada Basri Badussalam. 

Meski begitu, ketika di pinggir lapangan peran Iwan terlihat cukup dominan. Itu terjadi ketika PBFC menaklukkan Arema Cronus, skor 1-0, pada laga kedua mereka di grup A, Selasa (1/3) lalu. Saat itu, mantan pelatih Persija Jakarta tersebut terus memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada Ponaryo Astaman dan kawan-kawan.

Tapi, presiden klub PBFC, H. Nabil Husein Said Amin, kembali menegaskan posisi Iwan saat ini. "Bang Iwan memang posisi utamanya adalah sebagai direktur teknik, dari September tahun kemarin malah. Karena kami sedang mempersiapkan kurikulum akademi dan sistem perekrutan," kata Nabil. 

"Tapi karena ada kekosongan pelatih kepala, beliau turun seperti di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman kemarin," tambahnya.

Nabil pun saat ini enggan berandai-andai untuk kembali memposisikan Iwan sebagai pelatih kepala di PBFC. "Saat ini pelatih kepala kami pelatih Basri, dan pelatih Iwan sebagai direktur teknik. Sudah itu dulu, selesaikan Piala Gubernur Kaltim," tegasnya.

Di sisi lain, tampaknya kehadiran Iwan kali ini tak akan diikuti lagi dengan ciri khasnya di dua turnamen sebelumnya, yakni kerap melontarkan psywar ke kubu lawan yang akan dihadapi PBFC. Itu jika melihat kebijakannya yang menyerahkan komentar soal teknis ke Basri.

"Apa yang beliau lontarkan sebenarnya hal yang normatif secara teknis. Dan itu membuat saya sebagai pelatih malah merasa diuntungkan, karena pelatih lawan malah baik sekali membantu mengoreksi tim saya. Tapi itu pendapat pribadi saya, dan manajemen juga sudah mengatakan kepada saya agar komentar-komentar mengenai teknis tim beliau menyerahkan kepada saya," beber Basri.

Selain itu, Basri juga sangat menghormati sosok Iwan. Terlebih, mantan pelatih Persela Lamongan itu adalah pelatih yang membangun embrio PBFC ketika menjuarai kompetisi Divisi Utama 2014.

"Saya banyak belajar dari pelatih Iwan, karena saya tak meragukan kemampuannya melatih dan mengajar pelatih. Makanya saya tenang dengan adanya beliau dan rekan-rekan pelatih lainnya." 

"Di sini semuanya kerja sama untuk mengejar prestasi bagi PBFC. Apalagi beliau kenal mayoritas pemain di sini dan manajemen juga setuju," pungkasnya.(gk-59)