Kenapa Barcelona Memilih Pep Guardiola Dibanding Jose Mourinho? Ini Prosesnya

Terungkap, bagaimana Pep Guardiola melewati sembilan syarat menjadi pelatih kepala Barcelona, mengalahkan Jose Mourinho, yang juga pernah bekerja di staf kepelatihan Camp Nou.

Ternyata, ada alasan khusus kenapa Barcelona dulu lebih memilih Pep Guardiola dibanding Jose Mourinho pada 2008 silam.

Keduanya mendapatkan interviu untuk melatih Los Blaugrana setelah Frank Rijkaard, pelatih terdahulu Barca sebelum era Guardiola, meninggalkan Camp Nou.

Mourinho, yang baru saja ditunjuk untuk melatih Manchester United, pernah bekerja di Barca sebagai asisten bagi Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal. Ada pun Guardiola, yang kini membesut City, saat itu berada di jajaran kepelatihan untuk Barca tim B.

Dalam buku barunya 'Goal: Bola tidak masuk ke gawang karena kans', Soriano mendiskusikan bagaimana proses pengambilan keputusan para petinggi Barca sampai akhirnya lebih memilih Mourinho.

"Keduanya memilih kepiawaian yang besar dan mereka tampaknya berada di ujung skala imajiner," tulis Soriano menyoal Mourinho dan Guardiola.

"Pada akhirnya, kami memiliki seorang pelatih berpengalaman, yan sukses, dengan kepribadian yang hebat, dan seorang yang bereputasi kontrvoversial."

"Di sisi lain adalah pria denan talenta yang besar, yang benar-benar familiar bagi klub, tapi tanpa pengalaman yang signifikan sebagai seorang pelatih."

Soraino mengurai, ada sembilan poin yang menjadi hal fundamental sebagai syarat bagi manajer mana pun yang akan menjadi penerus Rijkaard. Mourinho dianggap bisa membuat masalah dari poin-poin pokok yang telah dibuat.

"Sang pelatih adalah salah satu yang permanen, setiap pekan mewakili. Dia harus bertindak hati-hati setiap saat. Menghargai lawan, wasit dan institusi lain secara umum. Fair play!" lanjut Soriano.

"Dia tidak boleh menyerang media atau menciptakan kontroversi palsu. Akan tetapi fokus pada aspek-aspek yang relevan dari pertandingan dan bagaimana tim ini bekerja."

Soriano pun membandingkan gaya manejemen dua pelatih tersebut.

"Guardiola selalu lebih senang bekerja dengan grup yang lebih kecil dengan hirarki yang stabil dan tidak banya kompetisi di internal," paparnya.

"Guardiola memilih bekerja dengan 14 sampai 15 pemain yang sangat dipercayanya. Hasil akhirnya gaya bermain yang sangat stabil dan di kamar ganti tidak banyak konflik."

"Strategi Mourinho berbeda. Apakah di Chelsea, Inter Milan atau Real Madrid, Mourinho beerja dengan grup yang lebih besar. Dengan banyak pemain bertalenta dan terkenal, bersaing untuk menembus skuat utama."

"Mourinho beranggapan, tugas komplex dari mengelola ego-ego pemain agar banyak talenta berada dalam genggamannya," jelasnya.