Kepemimpinan Wasit Kecewakan Semen Padang

Jafri menyayangkan keputusan wasit yang menghentikan pertandingan satu menit lebih cepat di tambahan waktu.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
Kendati mengakui kekalahan 1-0 yang diterima anak asuhnya dari Gresik United, Minggu (18/5), pelatih Semen Padang Jafri Sastra mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Hadiyana.

Sejumlah keputusan wasit dianggap merugikan tim Kabau Sirah, salah satu di antaranya dengan memutuskan mengakhiri pertandingan lebih cepat dari tambahan waktu dua menit.

“Orang yang nggak mengerti sepakbola juga tahu, tadi itu tambahan waktu berjalan belum ada satu menit, tapi wasit sudah mengakhirinya. Kami kecewa, tapi kami takkan protes, karena pasti tidak akan mengubah apa pun,” ungkap Jafri.

Di laga ini, Semen Padang dikalahkan gol tunggal Pedro Javier pada menit kesembilan. Memanfaatkan umpan crossing Reza Mustofa, mantan penggawa Persija Jakarta ini berhasil memperdayai kiper Semen Padang Jandia Eka Putra lewat sundulan kepalanya.

“Pertandingan lawan Gresik, adalah salah satu permainan terbaik yang ditunjukkan oleh anak-anak di musim ini. Meski dalam laga tadi, kemenangan jadi milik Gresik. Selamat buat Gresik,” kata Jafri.

Ketika disinggung mengenai penampilan anak didiknya yang telat panas di awal pertandingan, sehingga harus kecolongan atas Gresik United, Jafri tidak sependapat. Ia mengaku sudah memprediksi kekuatan Gresik United di putaran kedua ini.

“Bukan telat panas, tapi saya sudah prediksi bila penampilan Gresik akan berbeda dari sebelumnya, karena ada pelatih dan beberapa pemain baru. Dan itu terbukti dalam pertandingan tadi,” tutur Jafri.

Sementara itu, pelatih Gresik United Angel Alfredo Vera mengungkapkan, satu gol yang berhasil diciptakan skuatnya lebih dikarenakan kekompakan semua elemen tim, bukan skill individu Pedro Javier seorang.

“Ini pertandingan berat, Semen Padang berikan perlawanan ketat. Tapi kami bersyukur, bisa cetak satu gol dan itu membawa kami pada kemenangan,” ujar Alfredo.

Ia pun memiliki pandangan sendiri terkait keseluruhan pertandingan kontra Semen Padang. Secara keseluruhan, kedua tim tampil cukup berimbang, dan itu sudah diprediksinya sebelum laga dipentaskan.

“Babak pertama, kami main bagus. Tapi babak kedua kami lebih banyak bertahan, karena Semen Padang sudah mulai banyak serang. Tapi saya sudah instruksikan kepada pemain agar hilang bola, langsung kejar, dan tutup pertahanan,” terangnya.

“Kemenangan ini, bisa jadi pelecut motivasi bagi para pemain. Semoga kami juga akan dapat hasil maksimal di pertandingan berikutnya [melawan Persija].” (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.