Keperkasaan Barcelona Kala Menjamu Klub Inggris

Terakhir kali Barcelona takluk di kandang saat menjamu klub Inggris terjadi sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Barcelona menjadi lawan yang menakutkan bagi klub-klub Inggris. Berdasarkan catatan statistik klub yang bermarkas di Stadion Camp Nou itu telah 66 kali berhadapan dengan klub asal Inggris di ajang kompetitif.

Dalam 66 kali pertemuan Barcelona sukses menang 30 kali, imbang 19 kali, dan kalah 17 kali. Tim yang kini dilatih Luis Enrique tersebut sukses meraih rasio kemenangan hingga 45,45 persen.

Performa Barca kala menjamu klub Inggris di Camp Nou lebih hebat lagi. Dalam total 34 laga Barca mampu meraih 21 kemenangan, 11 imbang, dan hanya dua kali kalah (keduanya dari Liverpool).

Klub-klub asal Inggris yang paling sering Barcelona hadapi adalah mereka yang sering disebut sebagai The Big Four. Barca telah menghadapi Chelsea sebanyak 12 kali. Disusul Manchester United 11 kali, Arsenal sembilan kali, Liverpool delapan kali.

Chelsea

Chelsea menjadi salah satu klub Inggris yang sering menyulitkan Barcelona. Barca memiliki rekor yang kurang bagus dalam menghadapi klub asal kota London itu. Total mereka hanya bisa menang tiga kali, dan meraih hasil imbang lima kali. Sehingga rasio kemenangan Barca atas The Blues hanya 25 persen.

Meski demikian saat bermain di kandang, Blaugrana tidak terkalahkan, namun mereka juga sulit menaklukkan Chelsea. Dalam enam pertemuan Barca selalu meraih hasil imbang di empat laga terakhirnya menjamu Chelsea. 

Laga antara kedua klub selalu berjalan sengit. Salah satu yang paling dramatis adalah saat Barcelona takluk di semifinal Liga Champions 2011/12 setelah kalah agregat gol 3-2 dari Chelsea.

 

Barcelona bermain di Camp Nou pada leg kedua setelah sebelumnya takluk 1-0 di kandang Chelsea Stamford Bridge. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri Barca mampu unggul 2-1 di babak pertama. 

Barcelona berpeluang menambah keunggulan saat mendapat hadiah penalti. Namun Lionel Messi gagal menaklukkan kiper Chelsea saat itu Petr Cech. Terus digempur, Chelsea kemudian malah mampu melancarkan serangan balik yang kemudian berbuah gol Fernando Torres pada menit 90'+2'. Skor 2-2 cukup untuk memastikan posisi Chelsea di laga final. 

Di final Chelsea berhasil mengalahkan klub raksasa Jerman Bayern Munich melalui babak adau penalti di Allianz Arena, Munich, dan sukses meraih gelar juara Liga Champions pertamanya sepanjang sejarah klub. 

Manchester United

Sementara saat menghadapi Man United, Barcelona bisa menunjukkan keperkasaannya. Barca yang kala itu masih ditangani Pep Guardiola (kini melatih Manchester City), sukses menaklukkan The Red Devlis di dua laga final Liga Champions (2008/09, 2010/11).

Total Barcelona mampu meraih empat kemenangan dan empat hasil imbang dalam 11 kali berhadapan dengan Man United. Sehingga rasio kemenangan mereka mencapai 36,4 persen.

Sementara untuk laga kandang, Barca tak terkalahkan. Mereka meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang.

Arsenal

Barcelona juga sukses mencatatkan hasil gemilang saat berhadapan dengan Arsenal. Dari total sembilan laga Barca sukses meraih enam kemenangan dan dua hasil imbang. Rasio kemenangan Barca atas Arsenal mencapai 66,7 persen.

Klub Catalan itu benar-benar mendominasi Arsenal. Mereka mampu mencetak 22 gol sementara The Gunners hanya 11 gol. Messi merupakan langganan dalam menjebol gawang tim asuhan Arsene Wenger tersebut. Penyerang asal Argentina itu telah mencatatkan sembilan gol ke gawang Arsenal.

Langkah Arsenal untuk bisa terus melaju hingga final dan menjadi juara Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub terus terganjal Barcelona. Hasil undian seringkali mempertemukan kedua klub.

Pada musim 2005/06 impian Arsenal menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya sudah sangat dekat. Namun sayangnya Barcelona mengubur mimpi Thierry Henry dkk. saat itu. 

Arsenal sempat unggul lebih dulu di babak pertama. Namun dalam lima menit di babak kedua, gol Samuel Eto'o (menit 76') dan Julian Belletti (81') membuat Barca berhasil membalikkan kedudukan dan menang dengan skor 2-1.

Kedua klub kembali bertemu di Liga Champions musim 2010/11 dan 2015/16, keduanya sama-sama di babak 16 besar. Barcelona kembali menunjukkan keperkasaannya dengan meraih tiga kemenangan dari empat laga terakhir antara kedua klub tersebut.

Liverpool

Liverpool menjadi klub Inggris terakhir yang mampu mengalahkan Barcelona di kandangnya, Stadion Camp Nou. Kekalahan tersebut terjadi di babak 16 besar Liga Champions musim 2006/07. Barca yang kala itu dilatih Frank Rijkaard takluk 2-1 dari Liverpool.

Barcelona sebenarnya mampu unggul lebih dulu melalui gol Deco pada menit ke-14. Namun Liverpool sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-43 lewat gol Craig Bellamy. Gol kemenangan Liverpool tercipta melalui John Arne Riise pada menit ke-74 pada laga yang berlangung pada 21 Februari 2007 itu.

Seperti Chelsea, Liverpool merupakan salah satu klub Inggris yang sulit Barcelona taklukkan. Total Barca hanya mampu meraih dua kemenangan dan tiga hasil imbang. Rasio kemenangan mereka atas Liverpool hanya 25 persen.

Di laga kandang saat menghadapi Liverpool, Barcelona tak pernah menang. Mereka kalah dua kali dan imbang dua kali.

Manchester City

Sementara itu dalam beberapa musim terakhir, Manchester City menjadi klub Inggris yang paling sering tertimpa "sial" harus berhadapan dengan Barcelona. Dalam empat pertemuan mereka, Barca selalu berhasil menaklukkan Manchester City di babak 16 besar Liga Champions dua musim berturut-turut (2013/14, dan 2014/15).

Manchester City akan melakoni laga tandang menghadapi Barcelona dalam matchday ketiga grup C Liga Champions 2016/17, Kamis (20/10) dini hari WIB. 

Laga tersebut menjadi ajang kembalinya Guardiola ke Camp Nou sebagai lawan Barcelona untuk kedua kalinya. Pada musim 2014/15 saat masih melatih Bayern Munich, pelatih berusia 45 tahun itu gagal membawa timnya lolos ke final usai kalah agregat gol 5-3. Bayern bahkan harus takluk dengan skor 3-0 saat bertandang ke Camp Nou.

Bagi Barcelona laga itu akan menjadi ajang pembuktian keperkasaan mereka kala menjamu klub Inggris di Camp Nou. Sementara Man City di bawah asuhan Guardiola tentunya ingin kembali ke trek kemenangan setelah gagal mewujudkannya dalam tiga laga terakhirnya di semua kompetisi. Sebuah kemenangan juga bisa menjadi catatan bersejarah bagi City karena itu akan menjadi kemenangan pertama mereka atas Barcelona sepanjang sejarah di ajang kompetitif.

Rekor Barcelona vs klub Inggris di kompetisi antarklub Eropa

Total:

vs Chelsea: 12 Laga (Menang 3, Seri 5, Kalah 4)

vs Manchester United 11 laga (M4, S4, K3)

vs Arsenal 9 laga (M6, S2, K1)

vs Liverpool 8 laga (M2, S3, K3)

vs Manchester City 4 laga (M4, S0, K0)

vs Leeds United 4 laga (M1, S2, K1)

vs Aston Villa 4 laga (M2, S1, K1)

vs Ipswich Town 4 laga (M2, S0, K2)

vs Newcastle United 4 laga (M3, S0, K1)

vs Tottenham Hotspur 2 laga (M1, S1, K0)

vs Wolverhampton 2 laga (M2, S0,K0)

vs Nottingham Forest 2 laga (M0, S1, K1)

Rekor kandang Barcelona vs klub Inggris:

vs Chelsea: 6 Laga (Menang 2, Seri 4, Kalah 0)

vs Manchester United 6 laga (M6, S2, K0)

vs Arsenal 5 laga (M4, S1, K0)

vs Liverpool 4 laga (M0, S2, K2)

vs Manchester City 2 laga (M2, S0, K0)

vs Leeds United 2 laga (M1, S1, K0)

vs Aston Villa 2 laga (M2, S0, K0)

vs Ipswich Town 2 laga (M2, S0, K0)

vs Newcastle United 2 laga (M2, S0, K0)

vs Tottenham Hotspur 1 laga (M1, S0, K0)

vs Wolverhampton 1 laga (M1, S0, K0)

vs Nottingham Forest 1 laga (M0, S1, K0)

Sumber: transfermarkt.com