Kerinduan Liverpool Yang Sejati

Media Inggris gencar mengabarkan transfer Pulisic, namun yang paling dibutuhkan oleh Liverpool bukan pemain itu.

Menyimak media sosial dan media Inggris beberapa bulan terakhir, isu transfer Liverpool didominasi oleh Christian Pulisic. Tentu saja tidak ada yang salah dengan hal tersebut karena cedera Philippe Coutinho dan potensi absen Sadio Mane karena membela Senegal di Piala Afrika 2017. Apalagi, Pulisic disebut sebagai salah satu bintang paling berbakat yang dimiliki oleh Borussia Dortmund.

Namun laga kontra Bournemouth menunjukkan kenyataan yang berbeda sama sekali.

Lini depan Liverpool tampil impresif tanpa ampun hampir selama 65 menit. Tiga gol berhasil disarangkan oleh Mane, Divock Origi, dan Emre Can. Pertahanan The Cherries yang rapat pun dibuat ketar-ketir nyaris sepanjang babak pertama. Absennya Coutinho nyaris tidak terasa dalam kreasi serangan The Reds di Vitality Stadium malam itu.

Pulisic pemain bagus, namun sesuaikah dengan kebutuhan The Reds?

Walau berhasil unggul tiga gol, Liverpool tetap menelan pil pahit kekalahan saat peluit panjang dibunyikan. Pasukan Jurgen Klopp menunduk lesu sementara papan skor menunjukkan hasil akhir 4-3 untuk The Cherries. Gawang Loris Karius dibobol empat kali hanya dalam kurun waktu 35 menit,rata rata satu gol per sepuluh menit.

Dalam konteks permainan akhir pekan lalu, Dejan Lovren, Lucas Leiva, dan Karius bisa ditunjuk sebagai kambing hitam. Tiga pemain itu tidak mendapat banyak ancaman di paruh pertama, tapi dihajar habis-habisan oleh Benik Afobe dan Ryan Fraser di paruh kedua. Kekacauan lini belakang itu mengingatkan publik pada musim 2014/15 yang penuh musibah.

Diakui atau tidak, Liverpool kehilangan sosok Joel Matip. Bek tengah Kamerun itu merupakan figur tangguh yang membuat Jordan Henderson dkk bisa menyerang dengan santai. Antisipasi, inisiatif, dan ketenangan Matip menjadikan The Reds sulit ditembus sekaligus berbahaya sejak lini belakang. Duel udara pun tidak pernah menjadi masalah bagi mantan bek Schalke tersebut

Statistik menarik menunjukkan hal yang menguatkan pendapat tersebut. Liverpool hanya kalah dua kali di Liga Primer Inggris musim ini dan itu terjadi ketika Matip tidak ada di lapangan (kalah 2-0 dari Burnley dan 4-3 dari Bournemouth). Dalam tiga laga ketika Matip belum bermain, The Reds juga kebobolan sembilan gol, jumlah yang sama dengan saat Matip ada di lapangan (11 pertandingan, 9 gol, tak terkalahkan).

Liverpool harus menemukan pelapis sepadan untuk Matip.

Fakta ini menunjukkan, Liverpool punya kebutuhan yang lebih mendesak dibanding Pulisic. Lagipula, takkan ada jaminan tempat untuk Pulisic. Kloppo sudah memborong kreator kawakan untuk mengisi skuatnya. Tanpa kehadiran Coutinho, The Reds bahkan bisa mencetak tiga gol ke gawang Bournemouth. Belum lagi James Milner sampai dimainkan sebagai bek kiri.

Apa yang dibutuhkan (dan dirindukan) oleh Liverpool sebenarnya adalah pertahanan rapat. Joel Matip sudah memberikan apa yang dirindukan, tetapi ketika dirinya absen, penyakit kronis mudah panik Lovren kerap kambuh. Solusi sebenarnya sudah ada di depan mata. Liverpool baru saja mendatangkan Ragnar Klavan dan Mamadou Sakho merupakan salah satu penampil terbaik The Reds selama beberapa tahun terakhir. Hanya saja, Kloppo mungkin punya alasan tersendiri untuk tidak memainkan keduanya dan lebih memilih Lucas.

Jika memang solusi tidak tersedia dalam waktu dekat, bursa transfer musim dingin bakal jadi momen yang tepat untuk mendatangkan seorang bek tengah. Di tengah isu transfer Pulisic, jangan lupakan kabar mengenai Virgil van Dijk yang dihubungkan dengan Liverpool. Apakah bek Belanda itu sosok yang tepat untuk Liverpool? Mari bahas hal itu di lain kesempatan.

Topics