Ketika Pesepakbola Sambut Duel Floyd Mayweather Versus Manny Pacquaio

Duel tinju bersejarah yang akan berlangsung akhir pekan ini sukses menarik perhatian sekumpulan bintang lapangan hijau.

Akhir pekan ini, dunia sepakbola boleh disibukkan dengan penentuan gelar juara Liga Primer Inggris dan Serie A Italia sebagaimana Chelsea dan Juventus diyakini bakal mengunci titel liga.

Namun hal tersebut bukan satu-satunya topik panas di dunia olahraga saat ini. Pasalnya, semua mata bakal terbelalak pada duel tinju paling mewah sepanjang masa yang mempertemukan Floyd Mayweather, Jr dengan Manny Pacquiao untuk memperebutkan titel WBC, WBA, dan WBO welterweight.

Atmosfer pertarungan yang akan dihelat di MGM Grand Garden Arena di Las Vegas, Amerika Serikat pada Minggu (2/5) itu ternyata sudah sampai di benak para pesepakbola dunia.

Bek sentral Manchester United, Chris Smalling, mengaku menjagokan Mayweather yang saat ini berstatus sebagai petinju tak terkalahkan. “Duel akan berlangsung jauh dan ditentukan oleh poin. Ini akan menjadi pertarungan sengit. Mayweather akan terlalu tajam dan cepat,” ujar Smalling kepada FIFA.com.

Pablo Zabaleta sependapat dengan Smalling kendati juga tak masalah jika Pacman mampu menaklukkan Money. “Saya ingin Pacquiao menang karena dia adalah pribadi rendah hati, namun saya rasa Mayweather yang akan menang,” ujar bek Manchester City itu.

Dukungan pesepakbola kepada Mayweather untuk memenangi duel berjuluk The Fight of the Century ini semakin terasa, seperti yang dituturkan oleh kiper Chelsea Petr Cech. “Saya rasa Mayweather akan menang angka. Tidak akan ada hasil KO,” ujarnya.

Pun halnya dengan kapten Australia Tim Cahill yang berujar, “Saya fans berat Pacquiao, tetapi saya pikir Mayweather akan memenangkan laga ini.” Sementara itu, Micah Richards lantang bersuara mendukung Mayweather.

“Saya menjagokan Mayweather karena dia tak terkalahkan. Tidak mungkin bagi dia untuk setuju bertarung jika ia merasa tidak akan bisa menang!” seru bek Fiorentina itu. Di tengah gempuran suara yang mendukung petinju asal Amerika Serikat itu, full-back Zenit St Petersburg Domenico Criscito muncul sebagai suara minoritas.

“Saya memiliki dua orang pekerja asal Filipina, jadi saya menjagokan Pacquiao!” tutur pemain asal Italia itu. Akan tetapi, Aleksandar Kolarov malah meminta kedua petinju jagoan itu untuk berhenti adu jotos di ring tinju. “Saya tidak suka tinju. Saya pencinta damai. Dunia saat ini lebih membutuhkan cinta kasih, bukan kekerasan,” katanya bijak.