Kevin Gameiro, Senjata Alternatif Prancis Di Piala Eropa 2016

Absennya Karim Benzema di Piala Eropa tahun ini membuka pintu bagi bomber tajam Sevilla yang menjadi incaran Barcelona itu untuk mendapat tempat di skuat Les Bleus.

Gelaran Piala Eropa 2016 hanya tinggal hitungan beberapa bulan lagi untuk bergulir, namun tim nasional Prancis masih memiliki masalah yang pelik terkait komposisi lini depan.

Peliknya masalah barisan penyerang Les Bleus tak lepas dari serangkaian kontroversi yang muncul dari Karim Benzema, dengan kasus pemerasan dalam skandal video seks yang melibatkan Mathieu Valbuena membuat bintang Real Madrid itu mendapat suspensi dari Federasi Sepakbola Prancis (FFF) beberapa waktu lalu.

Cerita tak sampai di situ, Benzema yang merasa mendapat pelakuan diskriminatif dipastikan tidak akan ambil bagian dalam perjuangan Prancis di gelaran Piala Eropa tahun ini yang akan bergulir pada Juni mendatang di hadapan publik sendiri.

Tanpa Benzema, Didier Deschamps jelas diwajibkan untuk bekerja lebih keras demi mengatasi kekurangan akan adanya penyerang tajam dalam komposisi skuatnya nanti. Antoine Griezmann memang pdoduktif bersama Atletico Madrid musim ini, namun bukanlah seorang penyerang murni, pun demikian dengan Anthony Martial maupun Kingsley Coman.

Alexandre Lacazette yang menjadi andalan lini depan Olympique Lyon, belum menunjukkan kinerja optimalnya sepanjang musim ini. Memang masih ada dua nama senior lainnya, tapi performa Olivier Giroud bersama Arsenal juga boleh dibilang jauh dari memuaskan dan Andre Pierre Gignac memang tampil garang bersama UANL di liga Meksiko, tapi sepertinya tak akan menjadi andalan Deschamps.

Kehilangan sosok seperti Benzema - penyerang yang sanggup mencatatkan rasio 25 gol per musim - jelas merupakan kerugian besar bagi Prancis. Dengan terbatasnya pilihan sosok striker murni yang ada saat ini, adakah opsi alternatif bagi Deschamps? Jika menilik performa individu yang berpengaruh pada pencapaian tim, Kevin Gameiro mungkin bisa jadi solusi terbaik.

Bersama Sevilla, Gameiro kerap menjadi pilihan utama di lini depan musim ini terlebih selepas perginya Carlos Bacca ke AC Milan. Penyerang berusia 28 tahun itu mampu membayar kepercayaan pelatih Unai Emery dengan aksinya membobol gawang lawan. Tercatat sudah 19 gol dibukukannya di semua kompetisi musim ini, melewati catatan 17 golnya pada kampanye 2014/15.

Berbicara tengan kontribusi bagi klub, eks penggawa Paris Saint-Germain tersebut merupakan figur penting yang mengantarkan Sevilla melangkah ke final Copa del Rey, serta semakin dekat untuk mewujudkan ambisi meraih trofi Liga Europa kali ketiga secara beruntun usai sukses menembus babak semi-final musim ini usai menjadi pahlawan kemenangan Sevilla atas Athletic Bilbao di fase perempat-final lewat adu penalti 5-4.

Yang spesial, Gameiro kerap tampil menjadi pembeda bagi Sevilla dalam laga-laga krusial, kendati sekalipun hanya bermain sebagai pemain pengganti. Bersaing dengan Bacca dalam dua musim pertamanya merumput di Ramon Sanchez Pizjuan membuatnya terbiasa menampilkan performa optimal dalam menit bermain yang lebih sedikit ketimbang mantan kompatriotnya asal Kolombia itu.

Pada musim 2013/14 dan 2014/15, Gameiro sanggup mencetak 38 gol dalam total 4,651 menit bermain selama dua musim, atau satu gol setiap 122 menit. Sebagai perbandingan, Benzema 'hanya' bisa menorehkan satu gol dalam setiap 167 menit dalam periode yang sama dengan Gameiro.

Gemilangnya performa Gameiro bersama Sevilla, terlebih dengan grafik menanjaknya sejak awal tahun ini membuatnya menjadi bidikan sejumlah klub raksasa Eropa termasuk Barcelona. Meski besar kemungkinan akan berperan sebagai pelapis, kampiun Liga Champions 2014/15 tersebut bahkan berani menggelontorkan dana sebesar €20 juta plus youngster Alen Halilovic sebagai tebusan.

"[Rumor] itu bagus buat saya. Tapi, saya masih memiliki dua tahun lagi di dalam kontrak saya dan saya senang di Sevilla," ujar Gameiro kepada Mundo Deportivo menanggapi rumor yang beredar. "Saat ini, saya hanya memikirkan tentang Sevilla, di mana saya merasa sangat nyaman. Saya hanya memikirkan tentang tim, tentang kerja. Saya berharap kami memiliki peluang di Liga Europa, La Liga, dan final Copa del Rey di akhir musim."

Gameiro adalah tipe penyerang yang oportunis dan selalu bermain ngotot kapanpun mendapat kesempatan bermain. Kombinasi kelebihannya tersebut kerap membuat banyak bek lawan kewalahan dalam mengawal pergerakannya. Keberadaannya jelas akan menjadi aset berharga bagi timnas Prancis, dan jika namanya masuk ke dalam daftar skuat yang dipanggil Deschamps, jelas Barcelona akan lebih gencar memantau kiprahnya.