Kingsley Coman Beri Pelajaran Berharga Untuk Juventus

Terdepaknya Juventus oleh Bayern di Liga Champions dibayangi oleh keputusan keliru mereka melepas Coman ke kubu lawan.

Sebuah ironi tercipta ketika performa brilian Kingsley Coman menyelamatkan muka Bayern Munich  dari cengkraman Juventus dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions lewat kemenangan 4-2 via perpanjangan waktu, Kamis (17/3) dini hari WIB.

Juventus mendapat keuntungan luar biasa saat mendapatkan Paul Pogba berkat salah satu kesalahan terbesar Sir Alex Ferguson. Akan tetapi, Juventus kini ketiban sial akibat blunder transfer pada musim panas lalu – meminjamkan Coman ke Bayern – yang pada akhirnya berujung pada ketersingirkan mereka dari Liga Champions musim ini. Inikah karma untuk Juve?

Ironi yang melibatkan Coman dan Pogba tersebut memang terlihat nyata di Allianz Arena. 

Juventus langsung membuat anak-anak Pep Guardiola kalang kabut  di 45 menit pertama. Gol cepat Pogba yang digandakan oleh Juan Cuadrado membuat Bianconeri seakan sudah pasti melaju ke perempat-final. Namun, Bayern bangkit di babak kedua setelah Guardiona menggulirkan Coman untuk menghadapi klub induknya di menit 60. Jalannya laga pun berubah total.

Usai Robert Lewandowski memperkecil kedudukan menjadi 2-1, Coman melepas  crossing manis yang ditanduk Thomas Muller untuk membuat Bayern menyamakan skor di masa injury time. Namun, Coman menawarkan sesuatu yang lebih istimewa, yakni melalui gol individualnya di babak perpanjangan waktu untuk menghadirkan gol keempat Bayern.

Dari tengah lapangan, Coman hanya membutuhkan tiga kali sentuhan untuk mencapai kotak penalti Juventus. Winger 19 tahun ini lantas menunjukkan ketenangan dan teknik yang melebihi usianya, mengganti ancang-ancang tembakan, sebelum melepas sepakan kaki kiri yang menghujam jala Gianluigi Buffon. 

Itulah kontribusi ketujuh Coman untuk gol-gol Bayern di Eropa. Ya, ia sudah mencatatkan dua gol dan lima  assist  di sepanjang Liga Champions musim ini.  Opta  mencatat, gabungan gol dan  assist  yang mencapai angka tujuh itu tidak tertandingi oleh pemain Prancis lainnya.

Kinerja positif Coman bersama The Bavarians tersebut merupakan kebalikan dari apa yang sebelumnya ia lakukan di Paris-Saint-Germain dan Juventus.

Di PSG, perjalanan Coman menembus tim utama terhalang oleh deretan pemain yang lebih matang seperti Lucas Moura, Javier Pastore, Edinson Cavani, dan Ezequiel Lavezzi. Cerita sama berlanjut di Turin sebagaimana para bintang senior Juve berkuasa dan pelatih Massimiliano Allegri lebih sering mengandalkan wing-back sehingga menggeser peran Coman sebagai seorang sayap murni.

Kepindahan ke Bayern di musim ini membuat potensi besar Coman terlihat jelas. Pekan lalu saat menggilas Werder Bremen 3-0, Coman mencatat tiga assist. Performa apik tersebut nyatanya tetap membuat Coman harus puas duduk di bangku cadangan saat menjamu Juventus.

Namun, Coman mendapat waktu cukup untuk keluar dari sarangnya dan merampok kemenangan eks timnya, mengubur dalam-dalam ambisi Juve untuk berjaya di Eropa setelah musim lalu nyaris menjadi kampiun.

Musim ini, Coman sudah mengemas 6 gol dan 10 assist dari 24 penampilannya di Bundesliga Jerman dan Liga Champions. Masa peminjamannya selama dua musim di Jerman akan menjadi permanen jika Bayern memilih opsi untuk membelinya senilai €21 juta – harga yang terbilang sangat terjangkau.

Selama beberapa tahun mendatang, Juve sepertinya harus bersiap membayar mahal gara-gara mengizinkan Coman pergi.