Kiper Mitra Kukar Tenangkan Pikiran

Yoo yang masih terpukul dengan terdegradasinya Mitra Kukar enggan membicarakan sepakbola.

Kegagalan Mitra Kukar bertahan di Liga 1 membuat Yoo Jae Hoon terpukul. Hingga saat ini penjaga gawang asal Korea Selatan itu masih berusaha menenangkan pikirannya.

Yoo didatangkan dari Persipura Jayapura pada awal musim 2018 untuk menambah kekuatan di sektor penjaga gawang. Dalam 17 penampilannya, gawang pemain berusia 35 tahun ini kebobolan 28 kali.

Kegagalan mempertahankan Mitra Kukar di Liga 1 menjadi pukulan telak bagi Yoo, mengingat ia menuai hasil mengesankan selama berkarir di Indonesia. Yoo sukses membantu Persipura tampil sebagai juara Liga Indonesia dua kali.

“Ini adalah musim ketika tubuh dan pikiran berada dalam situasi sulit. [Saat ini] Saya hanya ingin beristirahat tanpa berpikir [tentang sepakbola],” ujar Yoo melalui akun Instagram pribadinya.

Musim 2018 memang menjadi tahun tidak mengenakan bagi Yoo. Ia sempat absen di sejumlah pertandingan selama hampir tiga bulan akibat menderita cedera. Yoo kini sudah pulang ke negaranya.

 



View this post on Instagram


Komisi disiplin (Komdis) konfederasi sepakbola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI setelah dianggap lalai meminta pemain timnas Indonesia U-19 berjabat tangan di Piala Asia U-19 Oktober lalu. . Komdis AFC menilai PSSI telah melanggar pasal 50 kode disiplin dan etik terkait jabat tangan pascalaga antara Indonesia dan Qatar pada 21 Oktober. Kala itu, Qatar memetik kemenangan 6-5. Akibat kelalaian tersebut, AFC menjatuhkan denda sebesar 1.000 dollar AS, atau sekitar Rp14 juta. . “Terdakwa gagal memastikan semua pemainnya melakukan jabat tangan fair play setelah pertandingan,” demikian pernyataan Komdis melalui laman resmi AFC. . Selain kepada PSSI, AFC juga menjatuhkan denda serupa kepada Thailand dan Qatar. Tim terakhir mendapat denda dua kali, karena pemain mereka juga tidak berjabat tangan saat melawan Thailand. . Sementara itu, pelatih Tajikistan Ergashev Mubin dikenakan denda sebesar 5.000 dollar AS, atau sekitar Rp71,5 juta, karena memberikan komentar yang buruk saat menghadapi Korea Selatan di laga perempat-final.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Agenda Sepakbola Nasional 2019
2. Pemain Indonesia Jadi Starter Di Kompetisi Muda Spanyol
3. Cristiano Ronaldo: Datanglah Ke Serie A, Messi!
4. Laga Piala Indonesia PS TIRA Versus PSIM Rusuh
5. Peserta 16 Besar Liga Champions
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1