Klub Indonesia Super League Diminta Kurangi Pelanggaran Disiplin

PT Liga Indonesia bersama klub-klub ISL mengevaluasi jalannya putaran pertama di Jakarta, hari ini.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
PT Liga Indonesia menggelar pertemuan dengan klub-klub Indonesia Super League (ISL) di hotel Park Lane, Jakarta, Senin (12/5). Pada pertemuan itu dibahas mengenai evaluasi terhadap jalannya kompetisi ISL selama putaran pertama.
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan itu. Salah satunya, klub diminta untuk mengurangi pelanggaran disiplin. Seperti diketahui, sepanjang putaran pertama banyak klub yang terkena sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Baik itu karena ulah klub, pemain, pelatih, maupun suporter masing-masing.
"Memang belum dikatakan parah. Tapi, pelanggaran disiplin yang dibuat sama seperti sebelumnya, itu-itu saja. Maka itu, saat ini semua klub diminta mengurangi itu agar kompetisi semakin baik ke depannya," ujar Erwin Dwi Budiawan, Ketua Komite Kompetisi PSSI, saat ditemui di sela-sela acara tersebut, Senin (12/5) petang.
"Jangan sampai ada anggapan, PSSI cari duit dari komdis. Kalau tidak ada pelanggaran kan komdis juga tidak akan memberikan sanksi," tambahnya.
Di samping itu, masih menurut Erwin, pada kesempatan tersebut klub juga menyampaikan aspirasi mereka. Misalnya, meminta wasit untuk memimpin pertandingan dengan lebih tegas. Ada pula permintaan dari Arema Cronus dan Persipura Jayapura, yang meminta jadwal mereka disesuaikan lagi lantaran berkiprah di Piala AFC 2014.
"Panpel tuan rumah juga diminta lebih akomodatif terhadap tim tamu. Klub pun diharapkan bisa mengimbau suporternya agar tidak berlaku rasis lagi," papar Erwin.
Kompetisi ISL memang telah menyelesaikan paruh pertama pada 8 Mei lalu. Putaran kedua sendiri bakal dimulai pada 17 Mei mendatang.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.