Klub Paling Efektif Dalam Transfer Awal Musim TSC

Beberapa klub cukup efektif dalam merekrut pemain pada jendela transfer pertama TSC, siapa saja mereka?

Perekrutan pemain untuk Torabika Soccer Championship 2016 telah resmi ditutup pada, Minggu (15/5) malam. Itu artinya, klub tak bisa lagi mendaftarkan pemain baru hingga jendela transfer selanjutnya pada pertengahan musim nanti.

Beberapa klub sangat aktif dalam melakukan perekrutan pemain, namun tak semua aktivitas transfer tersebut bisa dibilang efektif dan memberikan dampak positif untuk tim dari tiga laga yang sudah dilewati.

Kami pun sudah memilih klub mana saja yang bisa dikatakan melakukan aktivitas perekrutan pemain secara efisien. Itu dinilai dari performa pemain anyar yang direkrut untuk tim dan keseluruhan perekrutan yang dilakukan klub itu sendiri.

SEMEN PADANG

Semen Padang selalu melakukan aktivitas perekrutan pemain secara hati-hati dan hasilnya pun baik. Tim arahan Nilmaizar ini tak banyak mengubah komposisi pemain dan hanya mendatangkan pemain yang dibutuhkan.

Contohnya merekrut Riko Simanjuntak yang dijadikan pengganti Hendra Adi Bayauw yang memilih menyeberang ke Mitra Kukar. Soal pemain asing, sejauh ini Cassio de Jesus, Diego Santos dan Marcel Sacramento bisa dibilang menjadi elemen penting untuk tim Kabau Sirah.

PERSIJA JAKARTA

Banyak yang ragu dengan komposisi pemain Persija Jakarta untuk mengarungi Torabika Soccer Championship 2016. Mereka banyak dihuni pemain muda debutan dan tak bisa dibilang mendatangkan nama bintang di sektor lokal. Tapi, tim ibu kota justru bisa menepis para peragu.

Dari tiga laga yang dijalani sampai saat ini, Persija mampu meraih dua kemenangan dan hasil imbang kontra Persipura Jayapura.  Perekrutan pemain muda seperti Ambrizal Umanailo, Rezaldi Hehanusa, Sutanto Tan, Andik Rendika Rama bisa dibilang sukses, sebagaimana mereka mampu menjadi bagian tim utama.

Sementara para legiun asing yang didatangkan pun sesuai dengan kebutuhan dan pas. William Pacheco tampil solid di lini belakang, Hong Soon-hak mampu jadi sosok senior yang pas memimpin pemain muda dan Jose Guerra sudah bisa menyudahi paceklik golnya di laga pekan ketiga kontra Persela Lamongan.

AREMA CRONUS

Arema Cronus tak banyak bongkar pasang pemain jelang Torabika Soccer Championship 2016. Memang, mereka membuang beberapa pemain yang dirasa Milomir Seslija tak sesuai kebutuhan tim, namun hal itu mampu dibuktikan oleh Milo bahwa keputusannya tepat.

Melepas Kiko Insa dan Toni Mossi sempat menuai protes dari kalangan suporter, tapi kedatangan Srdan Lopicic dan Goran Gancev menggantikan dua pemain asal Spanyol tersebut justru membuat Arema lebih baik. Untuk nama lokal, Arema merekrut Syaiful Indra yang bisa bermain di banyak posisi.

Kebijakan merekrut pemain utility juga dilakukan dengan merekrut striker asal Australia, Gustavo Giron Marulanda, yang sudah mencetak satu gol. Giron pernah jadi top skor di kasta dua Liga Australia dan bisa bermain di banyak posisi serang.

SRIWIJAYA FC

Ambisi Sriwijaya FC untuk kembali berprestasi dilakukan dengan cara mengangkut rombongan pemain Persib Bandung yang pernah bersinar ketika berkostum Sriwijaya. Mereka seperti Firman Utina, Supardi Nasir, Ridwan, Achmad Jufriyanto.

Hal tersebut diiringi dengan kepercayaan pelatih Widodo C Putro memaksimalkan putra daerah seperti Teja Paku Alam dan Ichsan Kurniawan. Untuk asing, langkah mereka mendatangkan veteran seperti Hilton Moreira, Yu Hyun-koo dan Beto Goncalves pun cukup jitu.

MITRA KUKAR

Mitra Kukar tak banyak belanja yang tak perlu untuk mengarungi Torabika Soccer Championship ini. Mereka memang harus kehilangan beberapa pemain, namun tak panik dengan mencomot sembarang pengganti. Seperti menambal kepergian Rizky Pellu dengan gelandang berpengalaman Asri Akbar.

Asri sendiri direkrut untuk dijadikan pelapis Rodrigo dos Santos atau Bayu Pradana - yang keduanya cukup konsisten. Sementara rekrutan asing seperti Marlon da Silva dan Alan da Silva sudah mampu membuka rekening gol mereka, masing-masing mencetak dua gol.

Belum sesuai harapan

Persib Bandung: Kepergian Djadjang Nurdjaman diiringi dengan kepergian para pemain penting ke Sriwijaya FC jadi awal yang sulit menuju Persib baru. Kedatangan wajah anyar pilihan Dejan Antonic seperti Kim Kurniawan dan Juan Belencoso belum bisa memberikan dampak instan. Sergio van Dijk jadi kejutan tersendiri, bisa dicap panic buy atau jitu mengingat Sergio pernah punya masa indah bersama Maung Bandung.

PSM Makassar: Gembar-gembor ingin bangkit meraih prestasi dengan menyingkirkan banyak pemain lama dan memilih pemain berkualitas belum sebanding dengan kenyataan di lapangan. Banyak seleksi pemain, nyatanya legiun impor yang dimiliki PSM saat ini belum bisa memberikan impak positif. Luciano Leandro malah terus diancam dengan isu pemecatan.

Persela Lamongan: Memang jadi klub yang tak pernah diharapkan bisa menjadi 'wah' tiap digulirkannya kompetisi. Tapi tiga kekalahan beruntun rasanya sangat berbeda untuk Persela, yang dikenal pintar belanja pemain dengan banderol murah namun berkualitas. Meski dengan materi sederhana, Persela biasanya bisa jadi kuda hitam dan cukup solid, tapi hal tersebut belum terlihat saat ini.