Komisi Disiplin Tangguhkan Sanksi Untuk Arema Cronus

Komdis memberikan kesempatan kepada panpel Arema untuk mengusut penyalaan flare saat pertandingan berlangsung.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter

Ketua komisi disiplin (Komdis) PSSI Hinca Panjaitan mengungkapkan, pihaknya menangguhkan sanksi terhadap panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema Cronus terkait menyalanya flare saat menjamu Persipura Jayapura.

Dalam laga yang dimenangi Arema dengan skor 3-0 itu, Hinca menyasikan langsung di Stadion Kanjuruhan. Meski menyala tidak sampai lima menit, dan mampu dipadamkan pihak keamanan, Hinca menyatakan, adanya flare di stadion merupakan pelanggaran.

“Flare adalah kejahatan internasional. Begitu jahatnya orang yang menyalakan flare itu karena akan mengakibatkan hukuman denda bagi orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya. Flare sudah dilarang oleh FIFA, dan dua kali tim nasional mendapatkan hukuman perihal itu," kata Hinca.

Hinca menyatakan pihak komdis akan menghukum pelakunya. Namun khusus Arema, hukuman akan ditangguhkan sementara, karena menganggap kinerja panpel sudah sangat maksimal.

“Kami senang kinerja panpel Arema. Mereka bisa memadamkan flare tidak sampai lima menit saat nyala, ini sangat bagus. Tetapi, tetap saja flare itu ada di Kanjuruhan, sehingga saya memberikan waktu kurang lebih seminggu untuk mengusut tuntas hal ini, karena sepertinya dilakukan secara teroganisir,” lanjut Hinca.

Sementara itu, ketua panpel Arema Abdul Haris mengaku terus melakukan investigasi perihal adanya flare di Kanjuruhan ini.

“Kami mendapatkan apresiasi dari komdis, mereka memuji penyelanggaran pertandingan selama 90 menit. Namun, sangat disayangkan ada oknum yang membuat semua kena imbas. Kami akan mengusut pelakunya,” terang Haris.

Panpel Arema sebenarnya sudah mengamankan tiga orang diduga sebagai sosok yang menyulut flare di Kanjuruhan. Namun saat diinterogasi panpel, ketiganya menyatakan diri sebagai korban, bukan penyulut. Namun, dari korban itulah panpel mulai melakukan investigasi perihal bagaimana flare itu bisa masuk dan menyala.

“Yang terpenting adalah motif dari flare itu mengapa bisa menyala. Jika mereka cinta Arema, harusnya sadar betul atas risiko dari flare itu,” jelas Haris.

Sementara itu, CEO Arema Cronus Iwan Budianto menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, hal ini bisa membunuh tim yang sedang berjuang di delapan besar. Apalagi, kondisi Arema saat ini belum dipastikan lolos. Iwan khawatir Aremania dilarang mendukung tim bila lolos ke semi-final.

“Flare ini adalah hal yang sangat dilarang. Saya senang komdis memberikan peringatan. Kami sempat berdiskusi lama dengan mereka. Komdis sangat fair, mereka memuji penyelenggaraan pertandingan. Namun, mereka juga memberikan masukan terkait hal ini. Tentu saya ingin ada investigasi terkait hal ini, karena akan mempengaruhi kepada tim selanjutnya,” urai Iwan. (gk-48) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.