Komisi X DPR Sebut Tim Sembilan Tak Perlu Ada

Anggaran untuk Tim Sembilan dinilai Teuku Riefky Harsya buang-buang uang.

OLEH FARABI FIRDAUSY
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi baru saja membentuk Tim Sembilan, yang diresmikan pada 2 Januari 2014 lalu. Atau dua hari sebelum digelarnya kongres biasa PSSI tahun 2015.

Tim Sembilan itu sendiri dibentuk dengan wacana untuk mengawasi serta mengevaluasi kinerja PSSI. Yang belakangan tengah menjadi sorotan karena dinilai kurang maksimal dalam menjalankan tugas mereka, terutama soal membantu timnas Indonesia meraih prestasi.

Menanggapi hal tersebut, Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya angkat bicara. Teuku yang juga hadir dalam acara kongres PSSI mengatakan bahwa Menpora seharusnya tak perlu membentuk Tim Sembilan.

"Kalau menurut saya Tim Sembilan itu tidak perlu ada. Karena kan sebetulnya kalau memang sikapnya untuk mengawasi ataupun berkomunikasi kan kementerian sendiri sudah punya struktur seperti deputi, direktur, dan jajarannya," ungkap pria berkaca mata itu.

Teuku khawatir, adanya Tim Sembilan bisa memperkeruh suasana sepakbola nasional. Karena ada KOI dan KONI yang bisa diajak berdiskusi bersama PSSI untuk berbenah.

"Sebetulnya bisa saja mengundang langsung PSSI dan nanti bisa meminta masukan dari KONI atau KOI terkait dengan FIFA. Dari sana kan bisa dilihat mana pihak yang bisa diajak ngomong, kenapa harus membentuk tim-tim lain yang mungkin malah akan memperkeruh keadaan."

Tim Sembilan sendiri memakan anggaran sekitar Rp2 miliar, dan dana tersebut dinilai akan lebih bijak jika digunakan untuk hal lain yang membantu kemajuan olahraga.

"Anggarannya juga Rp2 miliar, lebih baik uang tersebut diberikan untuk kas PSSI agar bisa dipakai untuk mendukung dan memperbaiki program-program mereka ke depan. Saya rasa itu buang-buang duit saja," tegasnya.