Komite Alih Status dan Transfer Pemain Difungsikan Untuk Penyelesaian Sengketa Pemain

PSSI menaikkan fungsi Komite Alih Status dan Transfer Pemain dari sebelumnya.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

PSSI menetapkan kebijakan menaikkan fungsi Komite Alih Status dan Transfer Pemain. Nantinya, komite itu bukan lagi hanya mengurusi soal transfer atau alih status saja. Itu berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif PSSI, 23 Juli lalu.

"Komite ini dinaikkan fungsinya sebagaimana yang kami buat regulasinya untuk semacam penghakiman atau keputusan terhadap sengketa pemain," ujar Joko Driyono, Sekjen PSSI.

"Saya kira, setelah lebaran semua kasus akan diplenokan di Komite Alih Status dan Transfer Pemain," papar Joko.

Seperti diketahui, Indonesia memang belum memiliki badan arbitrase untuk menyelesaikan sengketa pemain. Jika merunut kebijakan FIFA, seharusnya PSSI membentuk National Dispute Resolution Chamber (NDRC), sebagai badan yang bisa menyelesaikan sengketa pemain di Indonesia.

NDRC nantinya diisi oleh perwakilan asosiasi pemain, klub, profesional, dan PSSI. Sehingga apabila terjadi perselisihan antara pemain dan klub, tidak mesti langsung ke CAS (Court of Arbitration for Sport). Independensi dari NDRC sendiri harus ditegakkan dalam penyelesaian kasus yang ada.

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.