Kompetisi Asia 2017 Tanpa Klub Indonesia

Joko menyatakan, PSSI sudah mendapat konfirmasi dari AFC terkait tidak adanya jatah untuk Indonesia di LCA 2017.

Indonesia dipastikan tidak akan meramaikan dua kompetisi antarklub di Asia pada musim 2017. Hal itu diungkapkan wakil ketua umum PSSI Joko Driyono disela-sela menyaksikan latihan timnas Indonesia di lapangan Sekolah Pelita Harapan Karawaci, Tangerang, Jumat (9/12) sore WIB.

Seperti diketahui, laman konfederasi sepakbola Asia (AFC) telah merilis slot negara yang mendapatkan jatah bertarung di Liga Champions Asia (LCA) dan Piala AFC 2017.

Di LCA, Indonesia mendapatkan jatah satu klub untuk bertanding di play-off. Namun dalam rilis itu, AFC menyebutkan PSSI masih belum mendaftarkan klub yang akan bertanding. Sedangkan di Piala AFC, jatah Indonesia diambil Kamboja setelah PSSI tidak mendaftarkan dua klub, yang sebelumnya disebut-sebut adalah Persib Bandung dan Persipura Jayapura.

Disinggung mengenai jatah Indonesia di LCA, Joko terlihat bingung. Menurutnya, AFC telah memberikan konfirmasi Indonesia tidak mendapatkan jatah di LCA akibat tidak adanya kompetisi resmi sepanjang 2016.

“[Liga] Champions Asia itu basisnya dari club licensing regulations, dan itu kemarin tidak mungkin kami lakukan saat kami dibekukan. Jadi sudah pasti Liga Champions [Asia] tidak,” ujar Joko.

“[Asian] Champions League dan [Piala] AFC bukan karena kami terlambat [mendaftar]. Slot-slotnya itu karena mekanisme assessment [penilaian] federasi masing-masing.”

“Federasi kita [PSSI] posisinya itu mendapatkan jatah dua di Piala AFC, dan tidak ada di Liga Champions, karena kami tidak bisa menggelar kompetisi resmi, dan melakukan assessment menggunakan mekanisme club licensing regulations itu.”

Joko juga mengakui PSSI tidak mendaftarkan dua klub Indonesia untuk tampil di Piala AFC, namun ia enggan menyebutkan alasannya.

“PSSI, saya tidak mau omong yang lama dan baru, intinya tidak mendaftarkan klub. Ada jatah dua, tidak dinominasikan, ya sudah. Tadi pak Edy [ketua umum PSSI Edy Rahmayadi] sudah menyampaikan agar kami melihat ke depan.”

Mengenai peluang klub Indonesia tampil di LCA musim 2018, Joko menyatakan, itu bergantung kepada penilaian AFC terhadap kompetisi resmi di tanah air pada 2017, dan kinerja klub.