Korea Selatan Rancang Diplomasi Sepakbola Dengan Korea Utara

Pemulihan hubungan diplomasi sepakbola antara kedua negara semenanjung Korea tersebut akan diupayakan dalam waktu dekat.

Federasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) mengungkapkan bahwa mereka berniat untuk menghidupkan kembali diplomasi sepakbola dengan Korea Utara dalam kunjungan lintas batas, presiden mereka, Chung Mong-gyu bulan ini.

Chung Mong-gyu dijadwalkan akan bertemu dengan perwakilan federasi Korut pada 18-20 September mendatang di Pyongyang dalam rangka pertemuan antar negara anggota Asosiasi Sepakbola Asia Timur (EAFF).

Kedua kubu sudah lama tak bertemu dalam ajang kompetitif internasional, sejak terakhir kali bertemu di Pyongyang pada 1990 silam, kala itu Korut berhasil memetik satu-satunya kemenangan dalam total 15 pertemuan menghadapi rival selatannya tersebut.

"Kami meyakini bahwa kunjungan ini akan mampu mengembalikan hubungan sepakbola antara kedua belah pihak," ujar salah seorang pengurus KFA, yang menyatakan bahwa fokus awal mereka adalah pada revitalisasi hubungan antar tim wanita.

"Mengingat kemampuan hebat tim sepakbola wanita Korea Utara, akan membantu tim wanita kami untuk bertemu dengan mereka. Selain itu, akan ada diskusi lebih lanjut mengenai kemungkinan laga antara kedua tim tersebut."

Baik kubu tim wanita dan pria Korsel maupun Korut telah saling bertemu sejak lama dalam sejumlah kompetisi resmi. Namun, terakhir kali bertemu dalam laga uji coba pada 2005 lalu dalam rangka peringatan momen pembebasan Korea dari Jepang.