Kreativitas Arsenal Eskploitasi Ketidakjelasan Manchester United

Kekalahan telak 3-0 dari sang rival membuat United kini kembali dipertanyakan kredibilitasnya untuk menjadi juara.

Manchester United terpaksa mengakui keunggulan Arsenal 3-0 saat melakoni lanjutan Liga Primer Inggris matchday kedelapan di Emirates Stadium, yang mana oleh manajer Louis van Gaal disebut sebagai kekalahan tak terduga.

Di pertandingan itu, Arsenal arahan manajer Arsene Wenger menerapkan permainan ofensif kaya kreativitas yang tak mampu dibendung oleh lini tengah serta belakang Setan Merah, hingga menyebabkan gawang David de Gea bobol dalam rentang waktu 13 menit melalui brace Alexis Sanchez dan Mesut Ozil di babak pertama.

Terkait kekalahan itu, Van Gaal berkata: “Saya tidak menduganya. Saya terkejut. [Kami] tidak tampil sesuai game-plan yang sudah diterapkan, tidak ada tekad untuk menang,” buka sang manajer kepada MUTV. “Kami ini adalah pemuncak klasemen, jadi saya terkejut – tercengang mungkin merupakan kata yang lebih tepat.

“Ketika Anda memberi sebuah tim seperti Arsenal banyak ruang gerak untuk memainkan sepakbola, Anda tahu Anda akan kalah. Kami sudah bersiap diri untuk itu, untuk bermain lebih kompak namun tidak sampai kehilangan agresi. Ini luar biasa sekaligus sangat mengecewakan buat saya.

“Para pemain kini dalam kondisi emosional karena kami kalah. Kami kalah ketika kami tidak seharusnya kalah karena kami adalah pemuncak liga. Anda tidak bisa mengawali pertandingan seperti itu,” imbuhnya.

Tak seharusnya kalah - Van Gaal menganggap kekalahan ini sebagai hal yang mengecewakan.

Bisa dikata permainan taktis satu-dua sentuhan dari Arsenal sangat sulit untuk dibendung. Dalam hal ini, The Gunners yang memainkan sejumlah pemain dengan kreativitas tinggi memetik hasil dengan memanfaatkan ketidakjelasan United yang ‘terpaksa’ mengutak-atik posisi pemain.

Ashley Young mengawali laga sebagai full-back kiri selagi Daley Blind dimainkan sebagai bek tengah, menemani Chris Smalling. Ketidakjelasan posisi itu terjadi lantaran Van Gaal kekurangan opsi menyusul cederanya Luke Shaw dan minimnya pilihan di lini sentral.

Van Gaal beberapa waktu lalu menekankan bahwa ia harus memutar otak untuk menyiasati itu, di mana ia sudah mencoba empat pemain di sektor full-back kiri – dalam hal ini Young, Darmian, Marcos Rojo dan Blind pernah ia coba, namun tetap saja kualitas mereka tidak sama seperti Shaw.

“Kami kehilangan Luke Shaw dan itu adalah pukulan telak,” ujar Van Gaal di laman resmi klub. “Saya sudah pernah katakan di sesi konferensi pers bahwa musim ini harusnya menjadi musim terbaik Luke Shaw, dan dia merupakan satu-satunya posisi yang tidak punya serep, jadi situasinya tidak begitu bagus.

“Saya harus mencari solusi. Kalian sudah melihatnya – saya mencoba Young, Darmian, Rojo dan Blind – empat pemain yang harus bermain di posisi tersebut setelah Shaw [cedera], dan kami memenangkan segalanya.

“Namun, dalam opini saya, kami tidak punya pengganti Luke yang bagus dengan kualitas yang sama. Jadi ini merupakan sebuah pukulan telak.”

Tak punya serep - Absennya Luke Shaw merupakan sebuah pukulan telak untuk United.

Seperti diketahui, tim yang kuat dibangun berdasarkan pondasi di lini belakang, hal itu pernah ditekankan dan dipertontonkan oleh Sir Alex Ferguson, yang semasa melatih selalu memiliki bek berkualitas seperti Steve Bruce, Denis Irwin, Jaap Stam, sampai Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.

Di musim ini, Smalling kiranya sudah mampu untuk menjadi andalan, namun ia tidak memiliki partner yang tepat mengingat Blind, yang selama ini diduetkan bersamanya, tidak memiliki kecakapan fisik dan awareness saat tampil sebagai bek tengah.

Legenda Old Trafford Ferdinand sebelumnya mengklaim Blind sebagai titik lemah, dan manajer Southampton Ronald Koeman sepakat dengan opini mantan pemain United tersebut.

"Di satu sisi saya sepakat dengan komentar [Ferdinand] itu," ujar Koeman dilansir Sky Sports. "Dia memang bisa bermain bagus sebagai bek tetapi secara fisik bukan yang terkuat dan ini masalah. Blind punya kualitas di posisi lain yang bisa menguntungkan untuk tim.”

Titik lemah - Daley Blind dianggap tidak piawai saat bermain sebagai bek tengah.

Di pertandingan semalam, pasukan Van Gaal juga tidak mampu meladeni penguasaan bola Arsenal di menit-menit awal, dan sudah kehilangan momentum sejak tim lawan mencetak gol pembuka melalui backheel Sanchez.

“Para gelandang mereka, terlebih [Santi] Cazorla dan [Mesut] Ozil, memiliki banyak ruang gerak dan mereka punya kualitas untuk memanfaatkan hal tersebut,” lanjut pria Belanda itu. “Kami kalah di setiap duel, setiap bola kedua. Kami tidak begitu rapat mengawal gelandang mereka, dan mereka bisa bermain leluasa karena mereka adalah sebuah tim fantastis.”

Kini, kredibilitas United untuk menjuarai Liga Primer kembali dipertanyakan – meski sebelum ini Van Gaal sempat menyuarakan keyakinannya.

Adapun untuk menjadi juara Liga Primer, sebuah tim minimal tidak boleh kalah di lebih dari lima pertandingan, dengan sejarah selalu menunjukkan bahwa tim yang mendulang kemenangan terbanyak serta yang paling sedikit menelan kekalahan bakal berjaya di akhir musim.