Kurnia Meiga: Gelar Juara Untuk Suharno

Meiga mengaku menyesal tidak berada di Malang di saat terakhir Suharno memimpin latihan tim.

Penjaga gawang Arema Cronus Kurnia Meiga mengapungkan tekad membawa Singo Edan menjadi juara Piala Presiden 2015, dan akan mempersembahkan gelar tersebut untuk mendiang Suharno.

Meiga tidak menjalani latihan bersama Arema, dan menunda kepulang ke Malang, karena berkonsetrasi memulihkan cedera ligamen di Jakarta. Karena itu, Meiga merasa menyesal tidak berada di Malang saat Suharno menghembuskan nafas terakhirnya usai memimpin latihan.

Kiper berusia 25 tahun ini mengaku menyesal tidak ada di Malang di momen terakhir Suharno. Meiga pun mengapungkan ambisi membantu Arema menjadi juara, dan mempersembahkan gelar untuk Suharno.

“Saya mengira dulu berita itu [meninggalnya Suharno] adalah hoax di social media, ternyata benaran ketika saya dikonfirmasi pemain Arema. Saya menyesal melewatkan latihan bersama Suharno di hari terakhirnya,” kata Meiga.

“Beliau terlihat dingin dari luar lapangan, namun jika sudah kenal, orangnya suka bercanda. Saya ingin membantu Arema juara [Piala Presiden]. Gelar juara itu untuk beliau.”

Meiga sudah bertolak ke Malang kemarin bersama keluarganya untuk menjalani latihan tim. Namun ia tidak diturunkan dalam pertandingan uji coba melawan Gresik United.

“Meiga akan ke Malang. Kami sekeluarga dari Jakarta semuanya bakal ke sana. Meiga sudah siap bermain di Piala Presiden, dan harus adaptasi latihan,” kata sang istri, Azizah Hermansyah. (gk-48)