La Nyalla Mattalitti Anggap Menpora Telah Gagal

La Nyalla menyarankan Menpora fokus mempersiapkan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang baik.

Ketua umum PSSI La Nyalla Mattalitti menilai Imam Nahrawi telah gagal menjalankan tugasnya sebagai Menpora dengan 'memaksa' Presiden RI Joko Widodo turun tangan mengurusi satu cabang olahraga.

Menurut La Nyalla, berbagai dinamika terus terjadi di persepakbolaan nasional dalam beberapa pekan terakhir. Di saat Presiden RI Joko Widodo ingin mencabut pembekuan PSSI hingga saat ini belum terealisasi, pemerintah justru berencana mengirim utuan untuk bertemu presiden FIFA Gianni Infantino.

Terakhir, Menpora mengeluarkan sembilan persyaratan jika PSSI menginginkan pencabutan pembekuan dilakukan. La Nyalla menyatakan, PSSI tidak menutup pintu terhadap keinginan melakukan reformasi di persepakbolaan nasional, termasuk dari pemerintah.

La Nyalla pun menyampaikan tiga poin prinsip yang akan terus dipegang PSSI terkait karut-marut persepakbolaan Indonesia belakangan ini.

“Pelaksana reformasi tata kelola sepakbola tetap harus dilakukan PSSI. Transparansi, akuntabilitas, Integritas dan good governance adalah skala prioritas utama yang sedari awal kita canangkan. Inilah sejatinya agenda reformasi, bukannya justru diarahkan “makar” terhadap PSSI,” tegas La Nyalla dilansir laman resmi PSSI.

“Seharusnya Menpora fokus kepada arahan peningkatan prestasi olahraga, terutama persiapan Asian Games 2018. Dengan turun tangannya Presiden untuk masalah PSSI, maka Menpora telah gagal melaksanakan tugasnya.”

Terkait kongres luar biasa (KLB), La Nyalla kembali menegaskan, PSSI bisa melakukan hal itu bila ada permintaan dari 2/3 pemilik suara yang berjumlah 107. KLB juga bisa digelar bila diminta 50 persen plus satu anggota PSSI.

“Yang ketiga, dalam hubungan antara Federasi dan pemerintah, sudah diatur oleh FIFA melalui program standard cooperation agreement, yang sebetulnya sudah dijalankan oleh negara-negara dalam keanggotaan FIFA,” kata La Nyalla.