Lancine Kone Ingin Lebih Produktif

Kone ingin membantu Laskar Wong Kito masuk empat besar lewat torehan golnya, dan menginginkan pemain pelapis berkualitas.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG
Gelandang serang Sriwijaya FC Lancine Kone menyatakan, dirinya berambisi menambah pundi-pundi gol pada laga sisa Laskar Wong Kito di putaran dua Indonesia Super League (ISL) 2014.

Pemain asal Pantai Gading yang kerap dijadikan striker itu mengaku perlu adanya peningkatan kinerja sebagai mesin gol Laskar Wong Kito. Kone menilai Sriwijaya FC harus menyapu bersih sisa laga, dan banyak menciptakan gol untuk masuk empat besar.

Selain itu, Kone juga berharap tim kompetitor ada yang terpersok di beberapa pertandingan mereka, terutama Persija Jakarta dan Pelita Bandung Raya yang bersaing ketat dalam pengumpulan poin.

Sejauh ini Kone baru mengumpulkan lima gol dari 13 laga yang dijalaninya. Raihan yang sangat jauh berbeda bila dibandingkan saat ia berseragam Persisam Samarinda (sekarang Putra Samarinda) musim lalu.

“Selain bawa SFC menang, saya harus banyak cetak gol di sisa pertandingan ini. Saya ingin SFC masuk empat besar,” tegas Kone kepada Goal Indonesia.

Berbicara masalah komposisi tim, Kone menilai, sejauh ini Sriwijaya FC lebih kompak dibandingkan putaran pertama. Hanya saja ia melihat masih kurangnya beberapa pemain, terutama barisan penyerang, sehingga membuat Sriwijaya FC minim dalam pengumpulan pundi-pundi gol.

“[Pelatih] Subangkit juga saya pikir pusing mainkan banyak strategi dengan kurangnya pemain ini," ulasnya.

Kalau pun ada, lanjut Kone, ia merasa beberapa pemain muda masih butuh jam terbang untuk menjadi andalan, seperti Rizki Dwi Ramadhana. Kone mencermati Sriwijaya FC minim pemain pelapis yang bisa dijadikan supersub.

“Sriwijaya FC tidak ada pemain pengganti yang kualitasnya fifty-fity [dengan pemain inti],” sebutnya.

“Semua ada waktunya. Kualitas Rizky, saya percaya dia bisa main bagus, dan cetak gol. Tapi pelan-pelan. Dia masih muda, dan masih banyak waktu buatnya untuk berkembang.”

Sementara itu, jatah libur yang diberikan manajemen hingga akhir Juni tidak dimanfaatkan Kone untuk pulang ke kampung halamannya. Kendati kerinduan terhadap istri dan anak yang baru dilahirkan sangatlah dirasakannya, faktor jarak antara Indonesia dan Pantai Gading membuatnya memilih waktu tepat bila ingin mudik.

“Pantai Gading jauh sekali, dan tiketnya mahal. Mungkin lebaran idul fitri saya baru pulang. Saya sudah sangat rindu anak dan istri. Liburan ini rencananya tanggal 16 saya mau jalan ke Jakarta saja,” ucapnya.

Selain Kone, dua pemain asing lainnya pun tidak memilih pulang ke negara asalnnya.

“[Abdoulaye] Maiga dan [Frank] Ongfiang juga tidak pulang. Kalau Maiga sudah duluan ke Jakarta, Ongfiang masih ada di Palembang," terang Kone. (gk-55)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.