Lancine Kone Minta PSSI Dorong Klub Untuk Bayar Gaji

Penggawa Sriwijaya FC itu menilai pengurangan kuota pemain asing bukan solusi untuk membantu sepakbola Indonesia.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG
Pemain asing Sriwijaya FC, Lancine Kone, angkat bicara terkait kebijakan PSSI yang menetapkan pengurangan kuota pemain asing di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Sebelumnya, Sekjen PSSI, Joko Driyono, memang mengatakan Komite Eksekutif PSSI sudah menyetujui pengurangan kuota masing-masing klub dari empat menjadi tiga pemain asing saja untuk musim depan.

Tiga pemain asing itu boleh berasal dari negara Asia maupun non-Asia. Meski begitu, Kone mengaku menyayangkan kebijakan tersebut. "Saya pikir(pengurangan pemain) itu bukan solusi untuk membantu sepakbola Indonesia. Kalau saya melihat, semua liga kuat di dunia itu pakai banyak pemain asing. Semua liga di Asia saja tambah pemain asing. Tidak tahu kenapa sekarang PSSI mau pakai tiga pemain asing saja," kata Kone, kepada Goal Indonesia.

Pemain asal Pantai Gading ini mencontohkan, Liga Jepang dan Korea Selatan yang sudah lebih maju kompetisinya di Asia menerapkan lebih dari tiga pemain asing. "Di Jepang bebas jumlah pemainnya, tapi tetap tiga yang boleh main (saat pertandingan). Bahkan, Thailand pakai lima pemain asing, kalau tidak salah sudah lima tahun ini," paparnya.

Mantan penggawa Putra Samarinda itu pun memberikan saran kepada PSSI yang menurutnya lebih bijaksana. "Saya pikir lebih baik PSSI mendorong klub untuk memberikan gaji yang sesuai dan memberi sanksi nyata terhadap klub yang tidak membayar gaji," jelasnya.

Dengan demikian, masih menurut Kone, tim yang tidak memiliki anggaran tidak dapat mengambil pemain. Kalau mereka benar-benar mencari pemain asing yang bagus, harus dibayar dengan bayaran yang baik pula. "Mungkin itu yang benar-benar baik buat sepakbola Indonesia," tambah pemain berusia 35 tahun itu.

Kone sendiri mengakui memiliki pengalaman pahit gajinya ditunggak klub Indonesia. "Gaji saya di Deltras Sidoarjo masih lima bulan belum dibayar. Tapi, mereka masih main di liga. Saya pikir PSSI harus benar-benar jujur dan berikan sanksi," pungkasnya. (gk-55)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.