LAPORAN DARI BRASIL: Argentina Dapat Dukungan Tuan Rumah

Meyakini Piala Dunia 2014 di Brasil lebih banyak dampak negatif ketimbang positifnya, sejumlah penduduk lokal lebih mendukung negara musuh bebuyutan mereka untuk menjadi juara.

OLEH PAUL MCDONALD DI RIO DE JANEIRO PENYUSUN DEDE SUGITA

Suka atau tidak, Piala Dunia digelar di sini. Situasi politik dan ekonomi muram meninggalkan rasa sangat pahit bagi warga lokal sampai-sampai ada sejumlah opini yang menyebut kondisi negara akan lebih baik kalau Argentina, bukan Brasil, yang merengkuh trofi.

Bagi fans sepakbola idealis, itu mungkin menghancurkan imej indah tentang apa yang direpresentasikan Piala Dunia di Brasil. Semua orang tentunya harus berdansa di jalanan, kan? Tidak demikian kenyataannya. Ketidakpuasan mahabesar untuk pemerintah terkini melampaui harapan melihat Neymar cs. mencaplok trofi. Setidaknya untuk saat ini.

"Kami mempunyai satu populasi yang meyakini kemenangan untuk Brasil akan memberi keuntungan untuk pemerintah terkini," demikian ungkap seorang jurnalis lokal, yang tak mau namanya disebutkan, kepada saya.

Dan itu tampaknya menjadi pandangan umum. Kampanye presiden Dilma Rousseff akan memuncak pada Oktober, dan kesuksesan atau kegagalan Selecao diyakini akan berpengaruhi luar biasa besar pada dirinya.

Tensi | Keresahan politik di Brasil mungkin meledak di Piala Dunia.

Kalau Neymar mampu memenuhi ekspektasi, imbas langsungnya mungkin satu periode lagi pengabaian kebutuhan banyak orang, dengan tarif bus masih menjadi isu tak terpecahkan. Musim panas lalu, harganya naik 9% untuk layanan lokal, fakta yang membuat publik geram.

Saat suporter dan jurnalis negara lain tiba di sini, pawai yang diramaikan oleh penjual keliling dan orang-orang oportunis boleh jadi akan memunculkan perasaan kebersamaan yang palsu, tapi ini adalah sebuah negara yang tak yakin apakah mereka akan nyaman menyelenggarakan event ini atau tidak.

Orang-orang yang telah saya ajak bicara di region ini kenyataannya memang lebih menyukai kalau Argentina, dan Lionel Messi, yang berjaya. Pertama-tama, itu akan menjadi pukulan telak bagi rezim Rousseff, dalam negara di mana Romario adalah anggota kongres dan Ronaldo, Il Fenomeno, berusaha menjadi politisi. Ini juga akan berarti kegagalan berprestasi di negara sendiri membuat pemerintah sekarang tersisih di akhir periode terkini.

Kedua, karena komentator/selebriti Galvao Bueno telah menyimpan dendam kesumat terhadap Argentina, hingga level yang tak masuk akal. Dia telah menyatakan bahwa Piala Dunia kali ini akan menjadi aksi terakhirnya di depan microphone, dan, bagi para pembenci, kemenangan Argentina atas Brasil di final, dengan Messi bersinar, akan menjadi gestur pamungkas untuk pemerintah sekarang.

"Di luar lingkup politik, ada perasaan bahwa Felipao, pelatih Brasil, terlalu loyal pada pemain tertentu, dan kemenangannya pada 2002 di Jepang-Korea murni berlandaskan pada talenta Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho."

Dan dalam uji coba terbaru, tim nyatanya memang mendapat cemoohan dari penonton dalam kemenangan tipis 1-0 atas Serbia.

Oscar, Hulk, Neymar, Fred. Hanya ada sedikit hasrat untuk mengubah empat pemain tersebut di garis depan dan itu melahirkan keyakinan bahwa tim Scolari fungsional, tidak penuh bakat. Setiap kejayaan Brasil di Piala Dunia sebelumnya diwarnai dengan aksi-aksi jenius; Pele, Garrincha, Rivelino, Jairzinho, Romario, Ronaldo. Kalau Neymar gagal gemilang, tim akan kesulitan mendekati pencapaian generasi sebelumnya. Mereka mungkin memenangi laga-laga, tapi itu akan diraih dengan substansi yang mengungguli keindahan.

Tentu tidak sebuah orang Brasil memiliki pola pikir seperti ini, dan kebanyakan boleh jadi akan berganti haluan begitu Brasil memetik kemenangan pertama. Setelahnya, dukungan besar bakal merekah, mengekspresikan kecintaan mereka untuk negara, tim, dan bendera. Kuncinya adalah saat ini jalanan belum dicat, dan spanduk belum dibentangkan. Apakah hari-hari turnamen seperti ini? Yang jelas tidak di Rio.

Namun yang dikhawatirkan oleh mereka yang cenderung lebih politis adalah para voter yang masih mengambang. Pasalnya, kepantasan politis dan pencapaian sepakbola berhubungan erat di negara ini. Kalau Selecao memenangi Piala Dunia keenam, dampaknya adalah kota-kota seperti Rio akan lebih buruk dari sekarang.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics