LAPORAN KHUSUS: Di Mana Raheem Sterling Bermain Musim Depan?

Dengan penolakan Raheem Sterling atas tawaran kontrak baru di Liverpool, Goal menyajikan opsi yang terbuka untuk gelandang asal Inggris itu di bursa transfer musim panas...

Salah satu pesepakbola muda terbaik. Raheem Sterling membuat beberapa klub elit Eropa melirik pekan lalu ketika dia mengungkapkan bahwa dirinya menolak tawaran kontrak baru di Liverpool karena dia hanya menginginkan trofi juara.

Sterling, kepada BBC, mengatakan bahwa dia menolak tawaran The Reds sebesar €137 ribu per pekan dan hal itu membuat masa depannya di Anfield semakin menjadi tanda tanya - mengingat ia hanya memiliki sisa satu tahun kontrak di akhir musim.

"Ini sama sekali bukan tentang uang," ujarnya. "Ini tidak pernah mengenai uang. Saya berbicara mengenai trofi juara sepanjang karir saya. Hanya itu yang saya bicarakan."
Pemain berusia 20 tahun itu belum sepenuhnya menjadi pemain andalan Liverpool ketika mereka memenangi Piala Liga pada 2012 dan trofi juara sangat sulit mendekat ke Anfield dalam beberapa musim terakhir.

"Saya tidak ingin dipandang sebagai pemuda 20 tahun yang serakah," imbuh Sterling, tetapi dia membuat fans Liverpool dan pelatih Brendan Rodgers geram dan sang pemain sepertinya serius mempertimbangkan masa depannya di bursa transfer musim panas nanti.

Jadi, di mana Sterling akan bermain musim depan? Goal menyajikan opsi-opsi yang terbuka untuk gelandang tim nasional Inggris tersebut...

Oleh Greg Stobart

Pihak Sterling tak sedikit pun membantah kabar jika Arsenal memantau serius kliennya tersebut. Bahkan akhir minggu lalu sepakbola Inggris dibuat cukup ramai karena sang winger secara terang-terangan mengakui dirinya tersanjung dikaitkan dengan The Gunners.

Namun Arsene Wenger pada pekan ini mendinginkan spekulasi transfer Sterling itu dengan menyebut tak ada tempat bagi si bintang muda di dalam starting XI-nya. Pemain belia Inggris ini harus bersaing dengan pemain superstar seperti Alexis Sanchez, Mesut Ozil, Santi Cazorla, Alex Oxlade-Chamberlain, Danny Welbeck dan Theo Walcott.

Kalau pun bicara peluang, Sterling mungkin akan mendarat sebagai suksesor Walcott, yang juga memiliki friksi dengan klub perihal kontrak baru dan si sayap lincah ini telah menjadi pemain terpinggirkan sejak kembali dari cedera lutut serius. Akan kian seru memang bila berbicara skenario pertukaran, di mana Walcott bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi Liverpool.

Arsenal yang sedang dalam bentuk terbaik di beberapa bulan terakhir - terbaru menumpas Liverpool 4-1 Sabtu lalu - tampaknya cukup untuk meyakinkan Sterling jika gelar juara sedang dalam perjalanan menuju London Utara.

Dalam dua edisi musim panas terakhir, Arsenal telah merekrut Ozil dan Sanchez. Dan jika Sterling hadir, maka kebijakan belanja pemain bintang setiap musim akan menjadi tradisi baru Si Meriam London.

Kembali Ke London? | Arsenal telah memiliki barisan penyerang yang mumpuni

Dalam laporan terakhir rekening keuangan The Gunners pada Februari, terungkap mereka memiliki cadangan kas sebesar £138.8 juta. Dengan lolos ke Liga Champions hampir pasti dan dengan bantuan dari kesepakatan baru televisi, mereka tidak akan bermasalah dengan ongkos transfer semisal nominalnya mencapai €70 juta dan gaji €190 ribu per pekan untuk Sterling.

Sejak Sterling bergabung dengan Liverpool di usia 16 tahun, ada selentingan obrolan jika dia memang bukanlah fan klub Merseyside itu dan berniat ingin kembali ke London. Dengan demikian, Arsenal bisa berada di garda terdepan dalam perebutan tanda tangan Sterling apabila The Reds memutuskan untuk melepas asetnya itu pada musim panas nanti.

Oleh Pilar Suarez & Ben Hayward

Barcelona ikut dikaitkan dengan spekulasi masa depan Raheem Sterling. Tapi, melihat kondisi saat ini tampaknya mustahil bagis Sterling mendarat di Camp Nou.

Klub besutan Luis Enrique disebut-sebut telah memonitori sayap 20 tahun yang masih membangun kariernya. Tapi tentu banyak pertimbangan yang dilakukan Barca sebelum merekrut pemain. Sterling mungkin terlalu tua (dan tentu terlalu mapan) untuk didatangkan ke Barca B, tapi untuk diterjunkan di tim utama, usianya masih terlalu muda dan belum cukup pengalaman.

Ketua transfer Barca Ariedo Braida bahkan lebih tertarik pada striker Palermo Paulo Dybala, dan mereka juga masih bisa membawa pulang Gerard Deulofeu yang berstatus pinjaman di Sevilla sejak musim panas lalu.

Dengan begitu, Barca tampaknya tak terlalu banyak memperhatikan Sterling meski Xavi mengklaim dia cukup bagus untuk klub mana pun di La Liga. Tak hanya itu, embargo transfer yang membekap The Catalans juga menjadi masalah rumit, karena mereka tak bisa menurunkan pemain anyar hingga Januari 2016 meski kabarnya, bisa merekrut jugador di musim panas nanti.

Sterling sendiri kemungkinan akan sulit menerima situasi tersebut. Tapi, dengan pemilihan presiden yang dijadwalkan digelar musim panas ini, Sterling dapat dijadikan penarik suara bagi para kandidat. Jadi, kepindahan Sterling ke Blaugrana belum benar-benar tertutup.

Oleh Christoph Köckeis

Ada banyak rumor yang mengitari Sterling, dan itu mencakup Bayern Munich.

Jelas Bayern tidak bisa selamanya mengandalkan Franck Ribery dan Arjen Robben, yang sama-sama telah melewati kepala tiga dan mendekati akhir karier mereka. Keduanya merupakan pemain istimewa yang dapat menentukan laga dengan satu momen genius, jadi klub berkewajiban mempersiapkan masa depan dengan mencari pengganti, sebuah tugas sulit bagi direktur olahraga Matthias Sammer.

Namun, itu bukan misi mustahil berkat kekuatan finansial yang dimiliki Bayern. Setiap pemain muda bermasa depan cerah masuk pertimbangan, dan Sterling ada dalam kategori tersebut. Ia memiliki skill, kecepatan, dan finishing untuk mencapai sukses di level top dan ia adalah salah satu pemain yang dipantau FCB, meskipun problemnya di luar lapangan pada masa lampau membuat kans kepindahan ke Allianz Arena tipis.

Yang lebih penting adalah fakta bahwa Bayern jarang membayar mahal untuk membeli pemain. Klub mempunyai dana besar, tapi kecil kemungkinannya mereka menggelontorkan bujet €50 juta atau lebih untuk seorang pesepakbola seperti Sterling.

Anggota dewan eksekutif Bayern Jan-Christian Dreesen baru-baru ini mengklaim klub dapat mendatangkan pemain seharga €100 juta, tetapi manuver semacam itu tidak lazim dilakukan Die Rekordmeister, terutama untuk "superstar" yang sejatinya belum jadi.

Oleh Liam Twomey

Respons kurang bijak ditunjukkan Sterling saat diwawancarai BBC akhir pekan lalu yang berefek buruk bagi Liverpool membuat Jose Mourinho angkat bicara. "Saya tidak menyukai pemain yang tidak ingin bermain bagi saya dan klub saya," katanya kepada reporter.

Tentu saja, kritik yang disampaikan Mourinho kepada publik terkait aksi Sterling tidak berkaitan dengan kemungkinan Chelsea merekrut pemain berusia 20 tahun tersebut.

Mourinho menyukai pemain lokal berkualitas dalam skuatnya dan jumlah pemain Inggris di Chelsea berkurang. Frank Lampard dan Ashley Cole telah hengkang, John Terry mungkin hanya akan bertahan satu atau dua musim lagi. Dalam konteks ini, peluang merekrut pemain Inggris yang berpotensi menjadi megabintang tidak bisa dengan mudah diabaikan.

Permintaan gaji yang diajukan Sterling tidak memengaruhi finansial atau ideologi Chelsea. Begitu pula dengan nilai transfer sebesar €65-70 juta. Jika Sterling dianggap investasi yang berguna, dana pasti akan dikucurkan.

Masalahnya adalah kedatangan Juan Cuadrado pada bursa transfer Januari lalu dan kepercayaan Mourinho kepada Willian yang mulai goyah membuat Sterling harus bersaing dengan dua pemain mahal lainnya dan lebih berpengalaman demi posisi winger kanan inti. Chelsea tidak akan menggelontorkan €65 juta untuk pemain cadangan, sama seperti Sterling yang butuh jaminan bermain reguler sebelum yakin untuk hijrah. Tetapi jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan tertentu, bukan mustahil pemain berusia 20 tahun itu bakal menyilaukan Stamford Bridge musim depan.

Oleh Greg Stobart

Brendan Rodgers sudah menegaskan sikapnya soal spekulasi masa depan Sterling. Dia menyatakan pemainnya tersebut tak akan meninggalkan klub dan juga mengultimatum agen pemain 20 tahun itu untuk tidak mencari masalah.

Apakah ini cara Rodgers menaikkan nilai jual Sterling atau memang dia tak ingin pemainnya tersebut pergi?

Terkait hal ini, Liverpool punya sejarah tersendiri. Pada 2013, mereka menegaskan menolak menjual Luis Suarez dan bertahan dengan hal tersebut meski Arsenal sudah mengajukan penawaran sesuai dengan nilai pembelian klausul kontraknya. Tapi musim panas lalu, Rodgers kembali menegaskan tak akan melepas pemain Uruguay itu, sebelum akhirnya melepasnya ke Barcelona.

Masalahnya adalah Liverpool tak ingin mengingkari komitmen keuangan mereka dengan menawarkan lebih dari 100 ribu pounds per minggu kepada Sterling, yang diyakini bisa mendapatkan bayaran lebih di klub lain.

Liverpool juga bisa memaksa Sterling bertahan sesuai dengan kontraknya yang masih berjalan dua tahun lagi, tapi seirin berjalannya waktu, nilai jualnya bisa terus menurun. Musim ini menjadi musim yang paling ideal bagi Liverpool mendapatkan dana ekstra besar dari penjualan Sterling.

Itu berarti Liverpool ada di persimpangan jalan. Pihak klub pastinya ingin membuat Sterling bahagia, tapi memaksanya bertahan bisa merusak atmosfer di ruang ganti.

Dengan tempat di Liga Champions musim depan nyaris tidak ada, hal ini berimbas pada daya tarik Liverpool di mata pemain bintang, yang berarti pula mungkin akan sulit bagi klub menghadirkan pemain sekaliber Sterling, bahkan setingkat di atasnya, untuk bergabung. Sterling pun semakin tak punya alasan bertahan di Anfield.

Oleh Scott Loney

Manchester City sejatinya sudah tertarik pada Sterling sejak usianya 15 tahun. Brian Marwood menjadi orang pertama yang tercuri perhatiannya dan merekomendasikan pihak klub untuk mengajaknya bergabung.

Malang bagi Citizen, Sterling lebih memilih Liverpool karena kans bermain di skuat utama lebih terbuka. Tapi Marwood bersama direktur klub Manchester City lainnya, termasuk Txiki Begiristain, menilai masih ada kans mendatangkan Sterling ke Etihad.

Blue moon? | City telah memantau Sterling dan ingin menambah pemain muda untuk musim depan

Masa itu tiba di musim ini. City pun menegaskan ketertarikan mereka pada Sterling. Mereka menginginkannya karena Sterling memiliki potensi dan kemampuan menembus tim utama dan bermain bersama David Silva dan Sergio Aguero.

Dengan usianya saat ini, tak sedikit yang meyakini Sterling bisa menjadi salah satu pemain terbaik di dunia, sekaligus mengangkat kualitas Citizen di masa mendatang.

Dengan kekuatan uang yang dimiliki Manchester City, bukan tidak mungkin bagi skuat yang kini ditangani Manuel Pellegrini tersebut akan kedatangan pemain lokal Inggris berkelas dunia di musim panas mendatang.

Oleh Scott Loney

Peluang Raheem Sterling untuk bergabung dengan Manchester United nyaris sama besarnya dengan hengkangnya Cristiano Ronaldo ke Liverpool pada musim depan.

Itu adalah respon sarkastis dari Anfield menanggapi kabar terbaru yang menyebut The Red Devils tengah menyiapkan tawaran untuk mendapatkan winger Inggris tersebut.

Tidak ada ketidakpedulian dari kubu Merseyside terkait kabar tersebut. Lebih dari itu, bos Brendan Rodgers jelas mengetahui secara pasti perihal hembusan angin dan itu bukan berasal dari Old Trafford, sebagaimana rival lain yang justru akan senang untuk dikaitkan dengan Sterling.

United sendiri selalu menyelami pasar transfer untuk mencari talenta homegrown terhebat namun mereka tengah mengupayakan winger PSV Eindhoven Memphis Depay di musim panas ini, yang digadang-gadang sebagai ‘the next Ronaldo’ – dan lebih murah ketimbang Sterling.

Louis van Gaal juga yakin bahwa rekor pembelian termahal di Britania Raya seperti Angel di Maria akan bertahan, meski ia memiliki masalah baik di dalam dan luar lapangan.

Sterling dibesarkan untuk seharusnya mendukung Manchester United, tapi dibutuhkan koktail guna membuatnya mabuk dan berani untuk berpikir pindah ke rival sengit Liverpool supaya diizinkan pindah.

Sudah 80 tahun lamanya sejak kepindahan pemain antar kedua kubu terjadi. Dan hal tersebut tampaknya belum akan berubah sekarang.

Oleh Johann Crochet

Transfer untuk Sterling tampak nyaris mustahil, meskipun Paris Saint-Germain akan mendapatkan keuntungan dengan memboyong sosok gelandang penyerang serba bisa yang mampu bermain di kedua sisi sayap.

Dengan pembatasan yang diberlakukan dari Financial Fair Play, PSG memiliki sekitar €50 juta untuk dikeluarkan sebelum penjualan dan €10 juta dari itu akan diberikan kepada Toulouse untuk membayar Serge Aurier.

Aktivitas transfer musim panas diperkirakan akan sangat membara di Parc des Princes, dengan Ezequiel Lavezzi, Edinson Cavani, Gregory van der Wiel dan Yohan Cabaye dikabarkan akan dijual untuk membiayai transfer-transfer mahal mereka nanti.

Bagaimanapun juga, target utama skuat asuhan Laurent Blanc saat ini adalah gelandang Juventus Paul Pogba dan gelandang sayap Borussia Dortmund Marco Reus.

PSG bisa memboyong pemain yang lebih berpengalaman dari Sterling dan ada kekhawatiran mengenai sikap dan kemampuan sang pemain untuk beradaptasi di liga yang berbeda pada usia semuda itu, sementara dana transfer yang besar dan permintaan gaji tinggi membuat Paris kemungkinan tidak akan menjadi destinasi berikutnya bagi pemain timnas Inggris tersebut.

Oleh Alberto Pinero & Ben Hayward

Semua kabar heboh mengenai kemungkinan transfer Sterling ke Real Madrid datang dari Inggris, bukan Spanyol, dengan nama gelandang timnas Inggris itu sangat jarang disebutkan oleh media Spanyol.

Itu karena Madrid memiliki pikiran lain saat ini. Los Blancos tetap tertarik pada Marco Reus, tetapi lebih condong ke arah gelandang tangguh Paul Pogba dan seorang striker tengah untuk bersaing dengan Karim Benzema, menyusul durasi peminjaman Chicharito yang habis.

Pernyataan mengenai ketertarikan Madrid pada Sterling diungkapkan oleh legenda dan juga pelatih Castilla, Zinedine Zidane, pekan ini, tetapi pihak klub sendiri memilih tidak menanggapi hal itu.

Raheem Madrid? | Sterling akan bersaing dengan dua pemain termahal dunia di Bernabeu

Selain itu, pelatih Carlo Ancelotti tidak memerlukan - atau menginginkan - pemain yang akan bersaing dengan Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale pada posisi melebar, menyadari bahwa kedua pemain tersebut akan selalu menghiasi starting line-up di setiap pertandingan.

Madrid dikenal sebagai klub yang berani membayar mahal untuk seorang penyerang nyaris di setiap musim panas dan telah memantau Sterling, seperti yang dilakukan kebanyakan klub elit Eropa lain. Mereka pasti mampu membayar gelandang Inggris tersebut, tetapi prioritas mereka ada di tempat lain saat ini.

Jadi, bila tidak ada perubahan berarti, transfer Sterling ke Santiago Bernabeu akan sangat sulit terwujud.

Ke mana Raheem Sterling akan bermain musim depan? Apakah ia akan bertahan di Liverpool atau berusaha memperlebar peluang juara dengan bergabung ke klub lain? Silahkan sampaikan pendapat Anda di kolom komentar yang telah disediakan!

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.