Laporan Pertandingan: Arema Cronus 4–4 Persija Jakarta

Eksekusi penalti Fabiano menjelang laga berakhir menghindari Singo Edan dari kekalahan di kandang.

Arema Cronus harus puas mendulang satu angka di laga perdana Indonesia Super League (ISL) 2015 usai bermain imbang 4-4 melawan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (4/4) malam WIB.

Pelatih Arema Suharno menurunkan skuat terbaiknya demi mewujudkan ambisi meraih angka penuh. Untuk menggedor pertahanan Persija, Arema memasang duet Cristian Gonzales dan Samsul Arif. Sedangkan pelatih Persija Rahmad Darmawan lebih mempercayakan gawang Macan Kemayoran kepada Adixi Lensivio.

Babak pertama

Arema dan Persija mengawali laga dengan lamban. Kendati demikian, tuan rumah yang mendapat dukungan penuh dari fansnya lebih mendominasi. Hasilnya, Arema sudah membuka keunggulan melalui sundulan Gonzales ketika laga memasuki menit kesepuluh.

Tersentak dengan gol tersebut, Persija, yang awalnya cenderung bertahan, mulai keluar menyerang. Selang tujuh menit kemudian, aksi Bambang Pamungkas di kotak penalti terpaksa dilanggar Victor Igbonefo, sehingga wasit menunjuk titik putih. Bambang yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Kubu tuan rumah terbungkam ketika Persija membalikkan keadaan pada menit ke-29. Bepe, sapaan Bambang, kembali memperlihatkan tajinya sebagai eksekutor bola mati. Tendangan bebas Bepe melesak mulus ke dalam gawang Kurnia Meiga.

Namun kegembiraan Persija tidak bertahan lama. Arema langsung merespon dengan serangan cepat ke pertahanan tim tamu. Selang satu menit kemudian, umpan Arif Suyono dari sisi kanan serangan tuan rumah dapat dituntaskan sepakan Samsul Arif.

Aremania bersorak kegirangan pada menit ke-37 setelah tandukan kapten tim Fabiano Beltrame menyambut tendangan bebas tidak dapat dibendung Adixi. Skor 3-2 pun menutup babak pertama.

Babak kedua

Permainan berbeda diperagakan Persija di babak kedua. Tertinggal satu gol membuat tim ibukota ini tidak mempunyai pilihan, kecuali menerapkan permainan agresif guna menyamakan kedudukan.

Hanya saja, upaya Persija untuk mengubah papan skor tidak berjalan mudah. Walau mampu memberikan tekanan, Persija mengalami kesulitan menembus tembok solid Singo Edan di barisan belakang.

Permainan bertahan, dan lamban yang diperagakan Arema sejak babak kedua dimulai harus dibayar mahal ketika terjadi pelanggaran di depan kotak penalti. Bepe yang kembali menjadi eksekutor bola mati sukses menyamakan kedudukan di menit ke-75. Tendangan bebasnya tak bisa dibendung Kurnia Meiga, sekaligus mencetak hat-trick.

Arema terkejut dengan gol tersebut, dan kembali memperagakan permainan cepat. Alih-alih mengungguli Persija, Arema justru berbalik tertinggal pada menit ke-82. Melalui serangan balik cepat, aksi individu Greg Nwokolo berhasil menggetarkan jala Kurnia Meiga.

Upaya Arema untuk mengejar ketertinggalan menjadi berat setelah mereka harus kehilangan satu pemain menyusul kartu merah yang diterima Ahmad Alfarizi di menit ke-84. Kendati demikian, Arema akhirnya bisa memaksa laga berakhir imbang 4-4 usai eksekusi penalti Fabiano membobol gawang Adixi, menyusul pelanggaran handsball Alan Acier di masa injury time .

Berikut susunan pemain kedua tim:
Arema: 
Kurnia Meiga; Victor Igbonefo, Fabiano Beltrame, Ahmad Alfarizi, Hasyim Kipuw, Ahmad Bustomi, Ferry Aman Saragih (Sukadana 53'), Juan Revi (Nufiandani 78'), Arif Suyono (Purwaka 46'), Samsul Arif, Cristian Gonzales.
Cadangan: Kadek Wardana; Purwaka Yudi, Benny Wahyudi, Hendro Siswanto, I Gede Sukadana, Dendi Santoso, Ahmad Nufiandani.
Pelatih: Suharno

Persija: Adixi Lensivio; Ismed Sofyan, Ambrizal, Alan Acier, Syaiful Indra (Vava 69'), M Ilham (Ramdani 68'), Amarzukih, Alfin Tuasalamony, Rohit Chand, Bambang Pamungkas, Greg Nwokolo (Adam 84').
Cadangan: Andrytany; Vava Mario, Gunawan Dwi Cahyo, Novri Setiawan, Ramdani Lestaluhu, Rendi Irawam, Adam Alis.
Pelatih: Rahmad Darmawan