Laporan Pertandingan: FC Copenhagen 0-0 Leicester City

Setelah berhasil meraih tiga kemenangan beruntun di ajang Liga Champions, Leicester gagal melanjutkan hasil gemilang itu di matchday keempat.

Leicester City bermain imbang 0-0 dengan klub Denmark FC Copenhagen pada matchday keempat Grup G Liga Champions, Kamis (3/11) dini haru WIB.

Copenhagen mengawali laga yang berlangsung di Telia Parken itu dengan sangat baik. Saat laga baru berjalan empat menit mereka langsung menggempur pertahanan Leicester melalui tendangan voli Peter Ankersen namun masih membentur bek Leicester.

Sedangkan Leicester mencoba bermain lebih tenang dan mencoba menguasai bola.

Copenhagen terus melakukan tekanan, pada menit ke-16 gelandang mereka Benjamin Verbic mampu melewati Daniel Amartey dengan mudah, namun tendangannya masih bisa di blok kapten Leicester Wes Morgan.

Pada 20 menit pertama berjalannya laga Leicester mengalami kesulitan, pertahanan mereka terus mendapat tekanan dari tuan rumah.

Pada babak pertama Leicester lebih banyak bertahan. Tekanan yang Copenhagen lancarkan bahkan membuat dua pemain bertahan juara Liga Primer itu harus menerima kartu kuning.

Danny Drinkwater menerima kartu kuning pada menit ke-22 setelah berupaya menghentikan sprint Andreas Cornelius. Sementara empat menit kemudian Robert Huth mendapat kartu kuning usia melanggar Federico Santander.

Di babak pertama tidak banyak peluang dari kedua tim. Meski demikian sebenarnya Copenhagen mampu melepaskan 11 tembakan tapi hanya satu yang tepat mengarah ke gawang Leicester yang dijaga Kasper Schmeichel.

Memasuki babak kedua peluang masih menjadi hal yang langka di laga ini. Peluang terbaik di laga ini hadir di detik-detik akhir jalannya pertandingan.

Penyerang Copenhagen Cornelius menyundul bola hasil umpan Kasper Kusk, akan tetapi Schmeichel mampu melakukan penyelamatan brilian.

Hasil imbang itu membuat langkah Leicester ke babak 16 besar harus tertunda.

Pada duel lainnya di Grup G, FC Porto mencatatkan kemenangan tipis 1-0 atas Club Brugge. Gol kemenangan klub Portugal tersebut tercipta melalui bunuh diri Tomas Pina.

Dengan demikian Leicester tetap memuncaki klasemen dengan perolehan 10 poin, sementara Porto menempati peringkat kedua dengan koleksi tujuh poin.