Laporan Pertandingan: Islandia 2-0 Belanda

Dua gol Gylfi Sigurdsson berhasil membawa Islandia untuk kali pertama mengalahkan Belanda dalam sejarah.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Hanya dua tembakan akurat yang diarahkan Islandia ke gawang Belanda pada babak pertama kualifikasi Euro 2016 Grup A, Selasa (14/10) dinihari WIB, dan keduanya berbuah gol kemenangan.

Belanda kembali mengulangi penampilan tak mengesankan usai Piala Dunia. Pada babak pertama, gawang mereka sudah kebobolan dengan cepat pada menit kesepuluh. Pelanggaran Gregory van der Wiel terhadap Birkir Bjarnason tanpa ampun dihukum wasit dengan penalti. Gylfi Sigurdsson pun dengan sukses mengeksekusinya.

Keunggulan cepat itu terasa pantas karena Islandia menampilkan permainan yang apik sejak pertandingan dimulai. Tersentak, Belanda balik menguasai kendali pertandingan. Beberapa kali Arjen Robben melakukan akselarasi yang diakhiri dengan umpan menyilang ke dalam kotak penalti.

Seperti yang terjadi pada menit ke-25. Umpan tarik Robben membelah pertahanan Islandia. Robin van Persie menyongsong bola, tapi tidak mampu melepaskan tembakan yang menundukkan kiper Hannes Halidorsson.

Robben sendiri memperoleh peluang emas menyamakan kedudukan empat menit berselang. Daley Blind memberikan umpan silang akurat dari sayap kiri. Robben datang dengan sundulan tanpa dikawal pemain lawan. Namun, bola masih melenceng.

Ketidakmampuan Belanda mencari solusi cepat harus dibayar mahal. Menit 42, Islandia mendapat tendangan penjuru. Terjadi sedikit kemelut di depan gawang Jasper Cillessen sehingga bola liar. Sigurdsson muncul dari lini kedua tanpa ada yang mengawasi dan, bum, tendangan kerasnya memberikan gol kedua bagi tuan rumah.

Belanda turun minum dengan ketinggalan dua gol. Perlu perbaikan masif bagi Guus Hiddink untuk memperbaiki penampilan tim yang tidak efektif usai jeda.

Hiddink memutuskan mengeksplorasi semua pilihan ofensif guna memupus ketertinggalan dua gol. Wesley Sneijder yang beberapa kali kehilangan bola di babak pertama digantikan Klaas-Jan Huntelaar. Dua pergantian lain yang dilakukan Hiddink di babak kedua adalah Quincy Promes dan Leroy Fer.

Taktik yang dijalankan Hiddink adalah dengan memperbanyak umpan silang ke dalam kotak penalti tuan rumah. Inipun ternyata tidak berjalan dengan efektif. Banyak operan lebih dekat kepada bek Islandia ditambah lagi dengan posisi Van Persie dan Huntelaar yang tidak menguntungkan.

Berharap pada Robben? Islandia sudah siap melapis sisi kiri pertahanan mereka dengan dua hingga tiga pemain sekaligus. Jika Robben melakukan gerakan menyisirnya yang terkenal itu, sudah ada pemain lain yang siap menutup celah di tepi kotak penalti.

Islandia banyak melakukan serangan balik. Mereka bahkan menciptakan lebih banyak peluang berbahaya ketimbang Belanda. Beberapa kali serangan balik Islandia membuat jantung pendukung Belanda berdegup kencang. Dalam sebuah situasi ada empat pemain Islandia sekaligus berhadapan dengan tiga pemain Belanda. Sayangnya, tidak menambah keunggulan.

Belanda hanya pernah sekali kehilangan poin dalam sejarah sepuluh pertemuan dengan Islandia. Kali ini Hiddink harus menelan pil pahit menjadi pelatih pertama Oranje yang merasakan kekalahan dari tim berperingkat 34 FIFA itu.

addCustomPlayer('u2wjt2vbhosf1cz4captouqjq', '', '', 620, 540, 'perfu2wjt2vbhosf1cz4captouqjq', 'eplayer4', {age:1407083473877});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics