Liestiadi Sebut Gol Kedua Persiba Balikpapan Sah

Mantan asisten pelatih timnas senior ini menilai protes Persiram agak berlebihan.

LIPUTAN ABRAHAM JOHAN DARI BALIKPAPAN
Pelatih Persiba Balikpapan Liestiadi menyatakan, gol kedua Beruang Madu yang dicetak Patrice Nzekou sah ketika mengalahkan Persiram Raja Ampat 3-0 di Stadion Parikesit kemarin.

Gol tersebut sempat diprotes para pemain dan ofisial Persiram, sehingga laga sempat terhenti beberapa menit. Tim tamu menganggap gol itu tidak sah, karena menganggap Hendri Satriadi berada dalam posisi off-side. Laga ini juga diwarnai sejumlah protes dari kubu Persiram.

“Gol kedua itu gol [sah]. Hendri tidak menyentuh bola. Saat di-shooting, dia hanya menghindar. Kalau dia sentuh bola itu, oke off-side, tapi dia menghindar, dia lompat,” tukas Liestiadi.

“Kepemimpinan wasit saya no comment. Mungkin karena pressure dari pemain-pemain dan ofisial Persiram, sehingga membuat wasit gugup. Walaupun ada, mungkin karena faktor emosional.”

“Apalagi ini pertandingan terakhir mereka. Mungkin mereka trauma dengan perlakuan wasit dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Mungkin dalam pertandingan ini mereka sedikit berlebihan dalam hal memprotes.”

Terlepas dari itu, Liestiadi merasa senang anak asuhnya bisa menorehkan tiga angka, sehingga dipastikan bertahan di Indonesia Super League (ISL). Kendati Perseru Serui bisa memetik poin penuh di dua laga, sehingga mengoleksi nilai sama 25 dengan Persiba, tim asuhan Liestiadi unggul agresivitias pertemuan kedua tim.

“Yang penting Persiba selamat dari degradasi. Kemenangan itu berkat dukungan semua pihak, yang tentu mengiginkan supaya kita bisa memenangkan pertandingan agar bebas dari degradasi,” ucapnya.

Kendat begitu, Liestiadi menilai tidak mudah bagi Persiba mendulang angka penuh dari Persiram, dan dipaksa harus bekerja keras, meski bermain di kandang.

“Counter attack mereka sangat berbahaya. Ada beberapa peluang mereka di babak pertama yang mengancam. Saya wanti-wanti, karena sebelumnya saya sudah pelajari dari Youtube gol-gol yang bias adiciptakan Persiram, dan anak-anak sudah mewaspadainya,” ungkap Liestiadi.

“Kita membangun serangan memanfaatkan sisi kiri dan kanan mereka. Memanfaatkan kecepatan pemain kita, seperti Ansu [Toure] dan M Kamri untuk menciptakan peluang di kotak penalti. Terbukti Ansu mengeksekusi gol pada babak pertama.” (gk-54) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.