Liga Super Tiongkok Kembali Diwarnai Aksi Ricuh

Suasana panas dalam laga antara Shanghai SIPG dan Tianjin Quanjian berlanjut dengan adanya kericuhan antarfans.

Gelaran lanjutan Liga Super Tiongkok (CSL) yang berlangsung pada akhir pekan kemarin diwarnai dengan aksi ricuh saat Shanghai SIPG bermain imbang tanpa gol lawan Tianjin Quanjian.

Keributan terjadi di babak pertama dan bermula ketika salah satu tim pelatih Tianjin menempatkan sebuah handuk agar digunakan gelandang asal Korea Selatan, Kwon Kyung-won untuk mengeringkan bola sebelum melakukan lemparan ke dalam.

Namun, seorang anak gawang yang ditugaskan SIPG justru menyingkirkan handuk tersebut. Aksi itu memicu perseteruan penggawa kedua tim hingga membuat wasit mengusir salah satu staf Tianjin keluar lapangan.

Suasana ricuh tak hanya terjadi di dalam lapangan yang melibatkan anggota kedua tim, melainkan juga di luar lapangan dengan pendukung SIPG dan Tianjin saling serang selepas pertandingan berakhir.

Buntut dari kejadian tersebut, Tianjin melalui pernyataan resmi yang mereka rilis di laman Weibo menuntut adanya tindakan dari Federasi Sepakbola Tiongkok (CFA) untuk mengambil langkah tegas terhadap aksi ricuh fans SIPG.

"Kami mengutuk segala bentuk sikap hooliganisme dalam situasi apapun, di manapun, dana alasan apa pun," demikian bunyi rilis Tianjin. "Kami berharap semua tim dan fans yang melakoni perjalanan tandnag bisa memberikan dukungan dengan nyaman dan aman ketika kembali ke rumah."

Hasil imbang tersebut menghambat laju SIPG yang dilatih Andre Villas-Boas untuk mengejar juara bertahan Guangzhou Evergrande di puncak klasemen CSL musim ini dengan selisih tiga angka.