Liga U-21 Dihapus, Sriwijaya FC Bilang Tragis

Sriwijaya FC sejak tiga hari lalu telah menggelar seleksi pemain U-21 yang diikuti hampir 600 peserta.

Manajemen Sriwijaya FC merasa kesal dengan keputusan PSSI yang menghapus kompetisi U-21, dan menggantinya dengan Liga U-19 pada musim ini, karena mereka sudah melakukan seleksi.

Sriwijaya FC bersama asosiasi provinsi (Asprov) PSSI sejak, Rabu (15/3), telah menggelar seleksi bagi pemain di bawah usia 21 tahun untuk memperkuat tim di Liga 1 U-21. Liga junior sudah sejak beberapa tahun digulirkan bersamaan dengan kompetisi kasta tertinggi.

“Ini benar-benar sangatlah tragis, karena kami bingung mau bilang apa kepada anak didik yang sudah dibina selama ini, kemudian juga kepada 542 peserta seleksi SFC U-21 yang baru digelar kemarin,” ujar kabid pembinaan Asprov PSSI Bambang Supriyanto dinukil laman Tribun Sumsel.

“Kalau satu klub saja punya 30 pemain yang dipersiapkan selama ini, total berapa banyak pemain yang seharusnya tetap dipikirkan nasibnya. Semestinya disosialiasikan terlebih dulu. Kalaupun dihapuskan, tetap ada wadah buat mereka berkompetisi.”

Bambang menambahkan, PSSI seharusnya tidak menghapus Liga U-21. Menurutnya, makin banyak kompetisi jenjang usia akan memberikan dampak yang bagus bagi pengembangan sepakbola di Indonesia.

“Seharusnya semakin banyak kompetisi kelompok umur justru semakin baik, dan saling melengkapi. Kami mendukung kewajiban klub yang harus punya tim U-16 dan U-19, tetapi yang U-21 jangan sampai dihilangkan. Apalagi dengan cara dibunuh seperti ini,” sesal Bambang.

Topics