Lima Alasan Mitra Kukar Mampu Taklukkan Persib Bandung

Persib Bandung yang dalam keadaan rapuh akan berhadapan dengan Naga Mekes yang kembali utuh.

Mitra Kutai Kartanegara bakal jadi lawan Persib Bandung pada fase semi-final turnamen Piala Presiden. Persib yang menjuarai Indonesia Super League 2014 dan jadi salah satu tim paling produktif sejauh ini tentu lebih diunggulkan.

Di sisi lain, Mitra Kukar seakan tim yang diliputi keberuntungan. Bagaimana tidak, Naga Mekes bahkan mampu melaju sejauh ini dengan hanya bermodalkan satu kemenangan di partai delapan besar leg pertama kala menjamu PSM Makassar. Sisanya, mereka tiga kali imbang di penyisihan grup dan kalah pada leg kedua saat bertandang ke Makassar.

Meski demikian, tim racikan Jafri Sastra punya beberapa alasan untuk bisa menyengat Maung Bandung dan memberi kejutan. Klub asal Tenggarong tersebut sangat mungkin jadi ganjalan serius untuk Persib. Goal Indonesia pun telah merangkum beberapa alasan untuk Mitra mengalahkan Persib pada leg pertama di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (4/10) nanti.

Tak Segarang Di Kandang
 

Bertandang ke Stadion Segiri dalam leg pertama babak perempat-final, Persib Bandung dikejutkan agresivitas dari tim tuan rumah Pusamania Borneo FC. Skuat racikan pelatih Djadjang Nurdjaman pun harus pulang dengan kekalahan 3-2 dari Samarinda - meski akhirnya mampu menekuk Borneo 2-1 pada leg kedua hingga lolos ke semi-final.

Bukan hanya itu kekalahan Persib kala bertandang ke markas lawan. Saat melakukan persiapan jelang turnamen Piala Presiden, Pangeran Biru juga menyerah 1-0 dari PSGC Ciamis, kedua klub saat itu sama-sama melakukan persiapan jelang Piala Presiden. Persib juga kalah 1-0 saat bertandang ke Kanjuruhan, dalam HUT Arema yang ke-28. Ini membuktikan Persib masih belum segarang ketika berlaga di kandang. 

Sedangkan satu-satunya kemenangan yang diraih Mitra Kukar pada turnamen Piala Presiden adalah laga kandang di leg pertama perempat-final. Carlos Raul Sciucatti mencetak gol semata wayang yang membuat PSM pulang tanpa hasil.

Absennya Enam Pilar Penting
 

Kehilangan pemain andalan di fase penting tentu jadi hal yang serius. Kematangan Djadjang dalam menerapkan skema alternatif benar-benar diuji pada saat leg pertama semi-final.

Vladimir Vujovic dan Achmad Jufriyanto yang selalu diandalkan di lini belakang absen, sekaligus Hariono yang merupakan peredam serangan di lini tengah. Dua nama tersubur di tim juga absen saat bertandang ke Aji Imbut, Zulham Zamrun (enam gol) serta Ilija Spasojevic (tiga gol). Plus, harus diparkirnya Muhamad Ridwan karena cedera.

Tentu bukan situasi yang mudah bagi Persib menghadapi leg pertama. Selain harus bertandang, mereka juga tanpa nama-nama yang selama ini menjadi andalan.

Mitra Kukar Punya Pertahanan Baik

ika bukan karena pertahanan yang cukup solid, Mitra Kukar tidak akan melangkah sejauh ini. Tumpul di lini depan dengan hanya baru menghasilkan empat gol sepanjang gelaran turnamen, Mitra juga hanya kebobolan empat gol dari enam penampilan.

Duet Onorionde Kughegbe (OK) John dan Saepuloh Maulana bisa jadi ujian sulit untuk lini depan Persib - yang harus tanpa Zulham serta Spasojevic di leg pertama. OK John dikenal sebagai bek yang tampil lugas tanpa kompromi. Begitu pula Saepuloh yang selalu bisa membuat penyerang lawan frustrasi.

Belum lagi ditambah dengan kematangan dua bek sayap Zulkifli Syukur dan Zulchrizal Abdul Gamal, yang bisa membuat para winger Persib kesulitan untuk menembus gawang tim Naga Mekes

Faktor Jafri Sastra
 

Mari mengingat Indonesia Super League 2014 ketika Persib berhasil mengangkat trofi kompetisi tertinggi Indonesia itu. Tak banyak memang yang bisa mengalahkan Persib yang dihuni banyak pemain bintang. Namun, Semen Padang melakukannya tiap kali berjumpa tim Maung Bandung.

Jafri Sastra yang kala itu menukangi Semen Padang membantu mereka mempermalukan Persib di Stadion Si Jalak Harupat dengan skor 2-1. Ketika Persib balik bertandang ke Stadion Haji Agus Salim milik Semen Padang, mereka kembali harus gigit jari dengan menelan kekalahan 3-1.

Lain Semen Padang, lain juga Mitra di Piala Presiden. Namun, Mitra bisa dibilang punya rasa Kabau Sirah pada turnamen ini. Selain pelatih Jafri yang pernah menukangi Semen Padang, ia pun membawa empat pemain dari Semen Padang yang kini diandalkan Mitra Kukar. Eka Ramdani, Saepuloh Maulana, Airlangga Sucipto, dan Hendra Adi Bayauw. Khusus bagi Eka dan Airlangga, keduanya juga sudah sangat hafal dengan Persib. Mengingat, mereka pernah cukup lama memperkuat tim asal Kota Kembang.

Kembalinya Hendra Adi Bayauw
 

Berbeda dengan Persib yang harus kehilangan enam pemain andalan mereka pada leg pertama di Stadion Madya Aji Imbut. Mitra Kukar justru akan kembali utuh dengan kembalinya pemain andalan mereka selepas akumulasi kartu dan pulih dari cedera.

Yang paling penting tentu kembalinya Hendra Adi Bayauw, pemain bertubuh mungil itu kerap jadi andalan Naga Mekes dalam membuka peluang. Bersama Defri Rizky, Bayauw jadi sayap cepat andalan Mitra dalam mengiris sisi pertahanan lawan.

Selain kembalinya Bayauw, beberapa pemain yang sempat cedera pun diyakini dapat kembali tampil saat kontra Persib. Mereka adalah Zulkifli Syukur, Airlangga Sucipto, dan Michael Orah.