Lima Alasan Tak Boleh Lewatkan El Clasico!

Apakah sepuluh poin yang memisahkan Azulgrana dan Los Blancos membuat Clasico kali ini kurang menarik? Tentu saja tidak, kami punya alasannya!

El Clasico 2015/16 jilid kedua di depan mata!

Tak lama lagi kita akan dimanjakan duel sepakbola yang disebut paling akbar seantero jagat antara Barcelona dan Real Madrid di Camp Nou pada lanjutan La Liga Spanyol, Minggu (3/4) dini hari WIB.

Pada pertemuan pertama Los Blancos terkapar di Santiago Bernabeu padahal ketika itu Lionel Messi tak sepenuhnya bugar akan tetapi Azulgrana tetap saja sanggup menjebol gawang Keylor Navas, tidak tanggung empat kali melalui sepasang gol Luis Suarez dan masing-masing satu oleh Neymar dan Iniesta.

Kemenangan heroik Barcelona di ibu kota Spanyol bukan saja jadi awal dari pemecatan Rafael Benitez namun penghargaan tertinggi yang didapat raksasa Catalan dari kemenangan tersebut adalah keberhasilan mencuri hati publik Bernabeu yang balik mengelu-elukan mereka. Episode ini jelas jauh lebih berarti dari sekadar pulang dengan tiga angka.

Sepuluh poin sekarang memisahkan jarak kedua tim di klasemen sementara La Liga. Kans juara memang belum tertutup habis bagi Los Vikingos namun secara virtual laju Blaugrana mempertahankan gelar juara tak lagi bisa ditahan. Lalu apakah duel nanti masih sama spesialnya dengan pertarungan terdahulu? Jawabannya tentu saja dan kami menyodorkan lima alasan mengapa Anda tidak boleh melewatkan El Clasico jilid kedua musim ini. Simak selengkapnya.

PENGHORMATAN JOHAN CRYUFF

Kamis (24/2) dunia sepakbola berduka setelah Johan Cruyff meninggal dunia pada usia 68 karena kanker paru-paru.

Jelas, Barcelona adalah salah satu klub yang punya ikatan khusus dengan Cryuff dan penghormatan yang akan dilakukan Azulgrana terhadap sang legenda sangat spesial karena dipastikan bakal diikuti Real Madrid di laga Clasico.

Rencananya 90,000 kartu dibagikan ke seantero Camp Nou yang akan dijadikan mosaic bertuliskan 'Gracies Johan'. Sebuah pesan spesial juga akan terpampang di jersey Barcelona.

Sebelum duel berkelas kedua tim bakal digelar momen hening selama satu menit sementara video yang menayangkan kehebatan Cryuff sudah disiapkan untuk disaksikan di stadion megah milik Blaugrana.

Jangan lupakan juga satu hal, berkat acara penghormatan terhadap Cryuff di Camp Nou nanti, tujuh sosok yang pernah mencicipi jabatan presiden Barcelona akan melupakan perbedaan di antara mereka. Agustí Montal, Raimon Carrasco, Josep Lluís Núñez, Joan Gaspart, Enric Reyna, Joan Laporta, Sandro Rosell dan Josep Maria Bartomeu dipastikan menyaksikan El Clasico.

Sungguh sebuah penghormatan yang sangat spesial bagi seorang legenda sepakbola yang disebut-sebut sebagai pencipta cikal bakal performa mengagumkan Barcelona yang kita nikmati sekarang ini. Bagaimana bisa kita melewatkan momen tersebut?

PERTARUNGAN TERAKHIR DUA SUPERSTAR DI LA LIGA?

Siapa lebih baik antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo? Pertanyaan sederhana dengan jawaban rumit yang dihiasi argumen-argumen luas tanpa tepi.

Duel kedua superstar sepakbola ini selalu dinanti namun jangan abai terhadap kemungkinan pertarungan mereka akhir pekan nanti sebagai yang terakhir di La Liga.

Cristiano dikabarkan mulai menjajaki opsi meninggalkan ibu kota Spanyol sementara rumor transfer tak kunjung meninggalkan Messi dengan yang terkini menyebutkan Manchester City siap menggoda sang bintang dengan gaji fantastis, £800,000 atau Rp15,095,406,553 per pekan! Ya benar, Anda tidak salah; 15 milar rupiah lebih dalam seminggu.

Berbicara rekor personal, Messi dan Cristiano juga sama-sama punya kans saling mengalahkan terkait jumlah gol di Clasico sejak bintang Portugal menginjakkan kaki di Spanyol.

Sejak 2009, Messi dan Cristiano sama-sama mencatat total 15 gol Clasico dengan total pertandingan sama 24.

Dengan rumor kepindahannya yang terus beredar, bukan tidak mungkin mereka punya ambisi spesial di pertandingan nanti untuk mengukuhkan diri yang terbaik di Clasico. Mau melewatkan momen hebat ini?

DUEL PERDANA & TERAKHIR?

Zinedine Zidane dan Luis Enrique pernah terlibat dalam episode sarat emosi pada 2003 di Clasico. Ketika itu Enrique datang menghampiri namun langsung mendapat dorongan di wajah dari sang legenda Prancis.

Musim ini akhirnya Zidane kembali menikmati duel Clasico meski dengan peran sebagai pelatih kepala sementara Enrique sudah lebih dulu berkibar bersama Azulgrana dengan sederet kemenangan dan tentunya gelar juara.

Adu taktik keduanya pasti dinantikan tetapi duel perdana keduanya di Clasico sebagai pelatih bisa juga jadi yang terakhir!

Euforia boleh melanda Santiago Bernabeu saat Zidane ditunjuk jadi pelatih kepala tetapi masa depannya tak menentu apalagi jika Los Vikingos menelan kekalahan. Sementara bagi Enrique, kursi pelatih tim nasional Spanyol bisa menghampiri untuk menggeser Vicente del Bosque setelah Euro 2016.

TIKI-TAKA VS GUNG-HO

Seperti yang dijanjikan, Real Madrid akan bermain lebih menyerang bersama Zinedine Zidane. Bukan isapan jempol, El Real memang lebih menekan dengan variasi serangan dari segala lini.

Bersama legenda Prancis Los Blancos gemar menyerang secara frontal. Dua bek sayap aktif memberi dukungan ke depan sementara dari sektor gelandang rajin membagi bola sambil mencari celah mencetak gol. Strategi ini membuat Madrid punya daya gedor dari semua lini namun banyak pihak mempertanyakan keseimbangan tim yang diperlukan pada sebuah pertandingan terutama menghadapi Barca.

Hampir di semua pascalaga El Real bersama Zidane, bahasan soal keseimbangan tim diapungkan dan pada akhirnya jawaban yang cukup memuaskan bisa disuguhkan di laga terakhir kontra Sevilla yang dimenangkan Madrid empat gol tanpa balas.

Bagaimana dengan Barca? Tiki-taka hingga detik ini masih sulit dijinakkan bahkan semakin ganas. Tidak perlu banyak dibicarakan, masih beredarnya raksasa Catalan di semua kompetisi yang diikuti jadi bukti tak terbantahkan, Barca tetaplah kekuatan menakutkan bagi siapapun.

Fokus dari adu strategi antara kedua tim sebenarnya lebih kepada bagaimana cara Zidane mencari jalan untuk meruntuhkan Barca di Camp Nou? Sanggupkah mereka melakukannya atau malah lagi-lagi jadi korban kehebatan Azulgrana? Semua orang pasti tak sabar menantikannya.

PERTEMPURAN DUA TRIO MAUT

Real Madrid tidak pernah menang atas Bercelona ketika Karim Benzema, Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo bermain bersama. Kedua tim sudah bertemu tiga kali saat BBC diturunkan dan Los Blancos selalu terjengkang di setiap pertandingannya.

Statistik di atas pastinya membuat loyalis Blaugrana tersenyum lebar sementara suporter Los Merengues bakal berkilah, masa lalu tak ada kaitannya dengan pertandingan nanti, kemduian debat mengular panjang.

Terdapat ungkapan saat membicarakan kualitas trio Messi, Suarez dan Neymar; 'gulirkan bola ke depan sesuatu pasti terjadi'. Ini jadi bukti betapa mengerikannya para 'pembunuh' dari Catalan.

Meski demikian meremehkan barisan penyerang El Real adalah sikap keliru. Membiarkan mereka mengembangkan permainan dipastikan berujung bencana karena para bomber ibu kota Spanyol punya kemampuan jadi penentu hasil akhir pertandingan.

Jadi siapa lebih hebat antara MSN dan BBC? Jangan lewatkan pertarungan mereka, Minggu (3/4) dini hari WIB.