Lima Fakta Menarik Jelang Duel Timnas Indonesia U-23 Kontra Myanmar U-23

Tim Garuda Muda bakal menghadapi Myanmar, Selasa (2/6). Apa saja fakta menarik jelang duel kedua tim?

Timnas Indonesia U-23 bakal mengawali kiprah mereka di SEA Games 2015 dengan menghadapi Myanmar U-23 di Stadion Jalan Besar, Selasa (2/6). Ini bukan pertama kalinya bagi kedua tim bentrok di ajang multievent ini.

Sebelumnya, kedua tim sudah bertemu sembilan kali sejak Indonesia pertama kali ikut pada 1977. Kedua tim juga sama-sama pernah menjadi juara di ajang ini.

Kami mencoba merangkum lima fakta menarik jelang duel kedua tim. Berikut ulasannya:

Indoneia Unggul Head To Head

Timnas Indonesia masih unggul atas Myanmar saat kedua tim bentrok di SEA Games. Sejak Indonesia pertama kali ikut pada 1977 Indonesia sudah bentrok sembilan kali dengan Myanmar.  

Hasilnya, skuat Merah Putih masih lebih unggul dengan meraih empat kemenangan, dua kali imbang, dan menelan tiga kali kekalahan. Kemenangan terakhir didapatkan Indonesia saat menaklukkan Myanmar 1-0 di fase grup SEA Games 2013. Ketika itu, gol tunggal kemenangan Indonesia U-23 dicetak Alfin Tuasalamony lewat titik penalti.

Di samping itu, dari bentrok kedua tim menghasilkan 17 gol. Rinciannya, sepuluh gol dilesakkan Indonesia, sementara Myanmar mencetak tujuh gol.

Tren Positif Indonesia Pada Laga Perdana

Kedua tim menuai hasil berbeda di setiap laga perdana mereka pada ajang SEA Games. Terhitung mulai SEA Games 1977, Indonesia mampu mendapatkan hasil positif dengan 14 kali menang, dua kali imbang, dan menderita tiga kali kekalahan.

Kemenangan terbesar pada laga perdana diraih Indonesia saat menaklukkan Brunei Darussalam (1989) dan Kamboja (2011). Keduanya dibekuk enam gol tanpa balas. Sedangkan kekalahan paling telak di laga perdana didapatkan saat Indonesia ditaklukkan Thailand dengan skor 5-0 (1983). 

Sebaliknya, Myanmar memiliki catatan kurang bagus pada laga perdana mereka dengan hanya meraih enam kemenangan, imbang tiga kali, dan menderita sembilan kekalahan. Kemenangan terbesar Myanmar diraih saat menaklukkan Singapura dengan skor 5-1 pada SEA Games 1977. Kekalahan paling telak diderita saat dilumat Thailand empat gol tanpa balas pada SEA Games 1991.

Yandi & Manahati Punya Pengalaman Taklukan Myanmar

Manahati Lestusen juga menjadi bagian dari Indonesia U-23 pada SEA Games 2013

Timnas Indonesia U-23 terakhir kali menaklukkan Myanmar pada SEA Games 2013. Ketika itu, tim Garuda Muda yang dilatih Rahmad Darmawan menang 1-0, lewat sepakan penalti Alfin Tuasalamony.

Menilik skuat yang ada, hanya tersisa dua pemain dari tim tersebut yang masih memperkuat Indonesia U-23. Dua pemain itu adalah Manahati Lestusen dan Yandi Sofyan Munawar. Sebenarnya, ada pula nama Yohanes Ferinando Pahabol, namun Pahabol memutuskan untuk mundur dari tim jelang keberangkatan ke Singapura.

Di sisi Myanmar, masih ada lima pemain di skuat saat ini yang bermain pada SEA Games 2013. Mereka adalah Sithu Aung, Kyaw Zin Phyo, Nay Lin Tun, Ye Win Aung, dan Aung Wai Phyo.

Jalani Delapan Laga Internasional Sebelum Bentrok

Indonesia U-23 menang dua kali atas Malaysia U-23 dengan skor 1-0, pada uji coba.

Baik Indonesia U-23 maupun Myanmar U-23 sama-sama menjalani delapan laga internasional sebelum bentrok, besok. Indonesia U-23 melakoni lima laga uji coba internasional dua kali melawan Suriah dengan hasil imbang 1-1 dan kalah 3-0, dua kali menang atas Malaysia dengan skor 1-0, dan kalah dari Vietnam (1-0). 

Ditambah, tiga laga kualifikasi Piala Asia U-23 2016 melawan Timor Leste (5-0), Brunei Darussalam (2-0), dan kalah dari Korea Selatan (4-0).

Di lain pihak, juga melakoni lima laga uji coba internasional saat kalah dari Jepang (9-0), Thailand (dua kali dengan skor 1-0 dan 4-0), serta imbang dengan Malaysia (1-1) dan Vietnam (2-2).

Sisanya, mereka jalani pada fase kualifikasi Piala Asia U-23 2016 melawan Cina Taipei (3-0), Hong Kong (2-1), dan kalah dari Australia (5-1). 

Myanmar Lebih Banyak Juara

Myanmar lebih banyak menorehkan diri menjadi juara SEA Games dibandingkan Indonesia. Namun, itu ketika mereka masih bernama Burma dan ajang tersebut juga masih bertitel Peninsular Games. Kala itu, Burma mampu menjadi juara pada 1965, 1967, 1969, 1971, dan 1973.

Prestasi tertinggi Myanmar saat event ini sudah bernama SEA Games sejak 1977 adalah meraih medali perak pada 1993 dan 2007.

Sementara Indonesia baru meraih dua kali medali emas cabang sepakbola SEA Games pada 1987 dan 1991.