Lima Faktor Yang Membuat Semen Padang Lolos Ke Semi-Final Piala Jenderal Sudirman

Semen Padang berhasil lolos ke semi-final dengan status juara grup D.


Semen Padang telah memastikan diri lolos ke babak semi-final Piala Jenderal Sudirman (PJS). Itu setelah, mereka menjuarai grup D babak delapan besar dengan poin tujuh dari tiga laga yang telah dijalani.

Bisa dibilang, penampilan tim Kabau Sirah di bawah pelatih Nilmaizar memang berkembang pesat dibandingkan fase penyisihan grup. Di mana pada babak penyisihan grup mereka sempat terseok-seok, bahkan hanya lolos ke babak delapan besar dengan status peringkat ketiga terbaik.

Berbagai evaluasi dan pembenahan dilakukan Nilmaizar untuk babak delapan besar. Hasilnya, PS TNI dan Mitra Kukar yang begitu impresif di babak penyisihan grup berhasil mereka taklukkan. Kedua tim itu berhasil dikalahkan dengan skor identik 2-1.

Sayang, pada laga terakhir melawan Persija Jakarta, Minggu (20/12) malam, Hengki Ardiles dan kawan-kawan yang sempat unggul 2-0 lebih dulu harus puas ditaklukkan lewat babak adu penalti.

Melihat sepak terjang Semen Padang yang impresif di babak delapan besar, Goal Indonesia mencoba mengulik apa saja faktor yang membuat mereka berhasil lolos ke babak semi-final. Berikut ulasannya: 

EKSISTENSI

Semen Padang adalah klub kebanggaan warga Tanah Minang, ikon sepakbola Sumatera Barat, bahkan menjadi denyut nadi bergeraknya sepakbola di daerah itu. Hilangnya Semen Padang dari pentas sepakbola nasional adalah "bencana" bagi publik daerah ini. Beruntung pihak manajemen menyadari hal itu. 

Ada banyak cerita di balik kembalinya Semen Padang ke pentas sepakbola nasional melalui turnamen PJS ini. Tapi intinya, spirit menjaga eksistensi tim adalah fondasi dasar yang membuat publik masih melihat Semen Padang hari ini. 

"Kami tak punya target khusus di turnamen ini, tapi yang paling penting adalah menunjukkan kepada publik, bahwa Semen Padang masih ada," kata Daconi, direktur utama PT Kabau Sirah Semen Padang. 

PERSIAPAN DAN KESERIUSAN

Ketika lampu hijau menyala, dan pihak operator resmi menyatakan Semen Padang sebagai peserta, maka langkah-langkah persiapan langsung digeber. Pemain dipanggil lagi, tim pelatih langsung menyiapkan program latihan. 

Bisa dikatakan, Semen Padang adalah termasuk tim pertama yang menggelar latihan persiapan turnamen ini dan itu dilakukan dengan sangat keras dan serius, walau dihadapkan pada kendala keterbatasan pemain yang tak sekaligus bisa bergabung. 

Waktu efektif hanya dua minggu, dimulai berlatih 31 November 2015, dan memainkan laga pertama 17 November melawan Persipura Jayapura di Gianyar. Hasilnya di laga itu tidak terlalu buruk, mereka hanya kalah lewat babak adu penalti dari Persipura. 


SIMAK JUGA
Raphael Maitimo: Semen Padang Bukan Lawan Mudah
Semen Padang Minta Kualitas Wasit Dibenahi
Prediksi Tabloid Lecut Motivasi Semen Padang

KESEJAHTERAAN DAN SPIRIT PEMAIN

Manajemen tim tahu persis, kunci dari kondusifnya satu tim adalah terpenuhi hak-hak dan kesejahteraan para pemain. Manajemen tim berfikir, tak akan ada hasilnya jika para pemain dibayar "ketengan" atau per pertandingan. Karena itu, khusus untuk turnamen ini pemain diberi jaminan, kontrak singkat selama tiga bulan untuk durasi November 2015-Januari 2016.
 
Dengan terjamin hak dan kesejahteraan, pemain tak perlu ragu untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya di lapangan. Bonus pun disiapkan sesuai hasil yang didapatkan di lapangan. Dengan begitu, satu masalah mendasar terlepaskan, dan para pemain pun siap berjibaku di lapangan, kompak, dan suasana yang kondusif dalam tim. 

NILMAIZAR DAN TIM PELATIH

Tak bisa dimungkiri, salah satu faktor sukses atau tidaknya sebuah tim dalam segi teknis, adalah tim pelatih. Nama Nilmaizar adalah jaminan mutu. Kualitas dan kapabilitasnya adalah sosok yang tepat menangani tim yang baru bangun dari tidur.

Nil orang yang paling paham Semen Padang itu apa dan bagaimana, dia tahu apa yang harus diperbuatnya, walau tim dalam kondisi apapun. Nil bukan hanya pelatih yang cerdas dalam sisi teknis dan strategi, tapi juga punya kompetensi lebih soal memotivasi dan menularkan spirit luar biasa pada pemainnya. 
 
Walau dengan materi pemain yang biasa-biasa saja, dengan dibantu para asisten dan para personel di belakang tim yang juga punya kompetensi teruji, tim mampu disulapnya menjadi petarung-petarung andal di lapangan. 

"Ruh sebuah tim bukan terletak pada nama besar pemain, tapi adalah fighting spirit dan kebanggaaan menjaga seragam yang mereka pakai. Ingat ini hanya tim yang disiapkan sepuluh hari," ucap Nil. 

DUKUNGAN DAN HARAPAN FANS

Ketika Semen Padang "hidup" lagi, dan memastikan ikut turnamen PJS, adalah kabar gembira bagi fans tim dan publik Sumbar. Ibarat mendapat seteguk air di tengah padang tandus, itulah reaksi pertama publik kepada Semen Padang. 

Antusias besar publik dan fans, adalah penyemangat yang lain bagi tim untuk bertarung di turnamen ini. Bahkan fans pun tak ragu-ragu untuk langsung mendukung tim sampai ke Bali dan Solo, walau harus melewati perjalanan yang tak mudah dan sangat memiriskan.

Mereka tak terlalu mempedulikan hasil yang didapat tim, tapi kembalinya tim ini, jauh lebih membahagiakan dari sekadar hasil di sebuah turnamen. Tak heran, rasa respek pun ditunjukan tim untuk dukungan mereka. Mendatangi pojok-pojok tribun stadion yang dihuni segelintir suporter Semen Padang, adalah cara terbaik untuk menunjukkan rasa hormat dan terima kasih tim kepada fans.(gk-33) 

Topics