Lima Hal Yang Perlu Diketahui Dari Liga Timor Leste

Sepakbola Timor Leste tengah menuju ke arah kebangkitan yang ditandai dengan pembentukan Liga Futebol Amadora (LFA) sebagai kompetisi profesional.

Jika selama ini sepakbola Timor Leste kerap dipandang sebelah mata di dalam peta persepakbolaan benua Asia atau bahkan kawasan Asia Tenggara, namun tampaknya hal tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi lagi seiring adanya semangat kebangkitan di kancah domestik mereka.

Dengan situasi tersebut, Timor Leste telah merancang program khusus demi percepatan ketertinggalan mereka dengan negara-negara tetangga, di mana sejauh ini belum ada prestasi mengesankan yang mampu ditorehkan pasukan berjuluk The Rising Star selain berpartisipasi di babak utama Piala AFF edisi 2004 lalu.

Sebuah tim nasional yang berkualitas tercermin dari kualitas liga domestik yang ada di dalam negara itu sendiri dan Timor Leste sandar akan hal itu. Akhir tahun kemarin, wacana pembentukan sebuah liga profesional bertajuk Liga Futebol Amadora (LFA) segera digulirkan, yang rencananya akan dimulai pada Maret tahun ini.

Inilah lima fakta menarik yang perlu Anda ketahui seputar liga baru bentukan negeri yang juga merupakan bekas provinsi ke-27 Indonesia tersebut:

Batu Loncatan Menuju Liga Profesional

Meski mengusung konsep liga profesional, namun pada tahun pertama gelarannya LFA masih akan terlebih dahulu menjadi ajang seleksi sejumlah klub sebelum nantinya tersaring dalam dunia sepakbola profesional yang sebenarnya. Tujuan awal pembentukan lina ini adalah agar pemain-pemain Timor Leste merasakan atmosfer profesionalisme dalam kompetisi di negara sendiri, setelah sebelumnya hanya berpartisipasi di level amatir maupun berpetualang di mancanegara.

Format Kompetisi

Sebanyak 21 klub dipastikan akan ambil bagian dalam LFA tahun perdana, hanya saja dari jumlah tersebut akan terlebih dahulu bersaing di babak kualifikasi yang terbagi ke dalam empat grup. Nantinya, setelah itu tim juara, runner-up, dan empat tim yang menyandang status sebagai peringkat tiga terbaik otomatis akan menghuni kasta tertinggi LFA. Pada dasarnya total 12 slot akan dimiliki oleh kasta tertinggi, sedangkan tim-tim yang tersisih akan mengisi kasta kedua. Setelah berjalan sukses maka sistem promosi dan degradasi akan diterapkan.

Latar Belakang Klub & Pendanaan

Sejumlah klub yang bakal berlaga di LFA memiliki latar belakang yang unik dan berbeda-beda meski ada kesamaan di antara mereka dalam hal pendanaan yang murni disokong oleh pengusaha-pengusaha asli Timor Leste dan tanpa bantuan pihak asing. FC Porto Taibesi misalnya, dari nama mungkin sudah tak terdengar asing. Ya, klub yang sudah terbentuk sejak 2006 lalu tersebut memang terinspirasi dari FC Porto sang raksasa Portugal. Demikian juga dengan klub yang bernama FC Sport Dili Benfica maupun FC Sporting De Timor, yang juga terinspirasi dari Benfica dan Sporting CP.

Ajang Ekspansi Pesepakbola Indonesia

Jika selama ini hanya terdapat dua mayoritas destinasi tujuan para pemain Indonesia untuk berkarier di luar negeri, yakni Malaysia dan Thailand, kini Timor Leste dengan perkembangan kompetisinya bisa menjadi opsi baru yang menarik. Secara kualitas, pemain asal Indonesia masih dipandang sebagai pemain asing yang setidaknya memiliki kualitas di atas pemain lokal Timor Leste. Gebrakan menarik dilakukan Karketu Dili FC yang tak tanggung-tanggung langsung mendatangkan tiga penggawa asal Indonesia yakni Patrich Wanggai, Abdul Rahman, dan Titus Bonai. Selain klub yang berbasis di Dili tersebut, terdapat sejumlah klub lainnya yang juga menggunakan jasa pemain asal Indonesia di antaranya Kablaki FC, AS Ponta Leste dan FC Porto Taibesi.

Kerja Sama Dengan Portugal & Brasil

Seperti yang diungkapkan Abdul Rahman dalam wawancara ekslusifnya kepada Goal Indonesia beberapa waktu lalu, sejumlah klub Timor Leste memang memiliki ikatan kerjasama dengan tim-tim asal Portugal seperti FC Porto, Benfica, Sporting CP dan Braga. Secara tidak langsung LFA mendapat pantuan dari bekas negara yang pernah menjajah Timor Leste tersebut dan jika memungkinkan akan ada beberapa pemain tertentu yang bisa mendapat undangan khusus berlatih di Eropa. Selain itu, juga ada kerjasama dengan Brasil dalam pengembangan sepakbola Timor Leste yang salah satunya bakal ditandai dengan kedatangan legenda timnas mereka, Romario.

Topics